Rupiah Ditutup Menguat ke Level 14.800/US$

Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Pergerakan nilai tukar regional hari ini diwarnai pertaruhan pasar terhadap arah suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve di tengah rilis sejumlah data ekonomi penting AS pada pekan lalu dan pekan ini.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
11/4/2023, 16.29 WIB

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,1% ke level Rp 14.886 per dolar AS di pasar spot sore ini. Pergerakan nilai tukar regional hari ini diwarnai pertaruhan pasar terhadap arah suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve di tengah rilis sejumlah data ekonomi penting AS pada pekan lalu dan pekan ini.

Rupiah menguat di tengah kejatuhan mayoritas mata uang Asia lainnya. Beberapa nilai tukar regional yang juga mampu menguat diantaranya baht Thailand 0,49%, dolar Singapura 0,13% dan yen Jepang 0,35%. Sementara mata uang lainnya melemah, terutama peso Filipina yang terkoreksi hingga 0,91%.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebut, tekanan terhadap dolar AS sebetulnya tidak terlalu signifikan hari ini. Ini terjadi di tengah ketidakpastian atas jalur suku bunga The Fed ke depannya. 

Data tenaga kerja non pertanian alias NFP Amerika Serikat periode Maret yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan kondisi yang masih tangguh sekalipun tidak setinggi bulan sebelumnya. Data itu menurutnya telah memberikan dorongan terhadap greenback. 

"Kekuatan ini menunjukkan bahwa The Fed memiliki ruang untuk terus menaikkan suku bunga ketika para pembuat kebijakan bertemu pada bulan Mei," kata Ibrahim dalam catatannya sore ini, Selasa (11/4).

Oleh karena itu, ia menyebut fokus pasar saat ini menantikan rilis sejumlah data penting AS pekan ini. Dua data yang ditunggu pasar yakni inflasi konsumen AS bulan Maret dan notulen rapat The Fed. 

Dari dalam negeri, pasar masih menyambut positif data cadangan devisa Maret yang melesat ke US$ 145,2 miliar. Posisi ini merupakan yang tertinggi dalam 16 bulan terakhir atau sejak Desember 2021. 

Ia menyebut peningkatan signifikan nyaris US$ 5 miliar hanya dalam sebulan itu tidak lepas dari kebijakan term deposits valas DHE Bank Indonesia yang mulai diberlakukan sejak awal bulan lalu. Kebijakan ini diharap bisa membantu penguatan rupiah.

Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan ditutup menguat pada perdagangan besok di rentang Rp 14.850-Rp 14.900 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Abdul Azis Said