Rupiah Melemah ke 14.842 per US$ Tertekan Membaiknya Manufaktur AS
Nilai tukar rupiah dibuka melemah 20 poin ke level Rp 14.814 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot hari ini, Selasa (18/4), Rupiah tertekan penguatan dolar AS seiring aktivitas manufaktur yang membaik berdasarkan data yang baru dirilis tadi malam.
Mengutip Bloomberg, rupiah bergerak semakin melemah ke posisi Rp 14.827 per dolar AS atau terkoreksi 0,23% dibandingkan penutupan kemarin hingga pukull 09.15 WIB. Mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS.
Rupee India melemah 0,14%, peso Filipina 0,35%, ringgit Malaysia 0,37%, won Korea Selatan 0,56%, yen Jepang dan dolar Taiwan masing-masjng 0,03%. Hanya baht Thailand dan yuan Cina yang masing-masing menguat, sedangkan dolar Hong Kong stagnan.
Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan, pelaku pasar mewaspadai penguatan dolar AS pagi ini terhadap nilai tukar lainnya. Indeks dolar AS terlihat menguat lagi pada perdagangan kemarin, dari kisaran 101 ke 102. Hal ini, antara lain dipengaruhi rilis data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan aktivitas manufaktur di wilayah New York pada April.
"Ditambah dengan komentar petinggi Bank Sentral AS sebelumnya, Christopher Waller, yang mendukung kenaikan suku bunga acuan AS lagi untuk menekan inflasi AS. Hal ini mengurangi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan the Fed hanya akan menaikan satu kali lagi di tahun ini," ujar Ariston kepada Katadata.co.id, Selasa (18/4).
Namun demikian, menurut dia, data ekonomi Cina yang dirilis pagi ini dan hasil rapat Dewan Gubenur Bank Indonesia sore hari berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Prospek ekonomi Cina dan Indonesia yang membaik juga dapat mendukung penguatan rupiah.
"Rupiah hari ini berpotensi menguat ke arah Rp 14,830 per dolar AS, dengan support di kisaran Rp 14.750 per dolar AS," kata dia.
Analis DCFX Lukman Leong juga memperkirakan rupiah melemah hari ini. Hal ini, antara lain dipengaruhi oleh naiknya imbal hasil obligasi AS setelah data manufaktur Amerika menunjukkan kondisi yang lebih kuat tadi malam. Di sisi lain. menurut dia, investor menantikan hasil rapat gubernur BI hari ini yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga.
"BI diharapkan akan memberikan pernyataan yang hawkish terkait outlook ekonomi Indonesia ke depan. Hal ini akan dapat membatasi pelemahan rupiah. Rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 14.750-14.900 per dolar AS," kata dia.