Rupiah Menguat ke15.270 per US$, Investor Mulai Masuk ke Aset Berisiko
Nilai tukar rupiah menguat 0,11% ke level 15.276 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot pagi ini. Investor asing tampaknya mulai kembali masuk ke aset berisiko sehingga analis optimistis rupiah berpeluang hari ini.
Mayoritas mata uang Asia lainnya juga menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,32%, dolar Taiwan 0,13%, won Korsel 0,10%, dolar Singapura dan yen Jepang kompak menguat 0,11%, ringgit Malaysia 0,08% dan rupee India 0,03%. Sebaliknya, yuan Cina melemah sementara baht Thailand dan dolar Hong Kong stagnan.
Rupiah berpeluang menguat hari ini seiring membaiknya persepsi pasar terhadap aset berisiko pagi ini yang ditandai penguatan di pasar saham Asia. Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan, rupiah menguat ke arah 15.230-15.250, dengan risiko resisten di kisaran 15.330 per dolar AS.
"Pelaku pasar kelihatannya sedang optimis dengan aset berisiko pagi ini. Yield obligasi AS yang sedang menurun juga memicu pelaku pasar untuk mengambil posisi di luar dolar AS," kata Ariston dalam catatannya pagi ini.
Hal ini didukung oleh komentar gubernur bank sentral AS akhir pekan lalu yang menyebut ekonomi AS masih kuat. Optimisme masih terjaganya perekonomian terbesar dunia itu memicu pelaku pasar masuk ke aset berisiko.
Namun, pasar masih memperhatikan dua sentimen utama yang menjadi penekan bagi nilai tukar, yakni perlambatan ekonomi Cina dan ekspektasi berlanjutnya pengetatan moneter di AS.
Senada, analis pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah menguat hari ini karena koreksi pada yield obligasi di AS dan aksi investor masuk ke aset berisiko. Rupiah hari ini diperkirakan bergerak di rentang 15.200-15.300 per dolar AS.
"Sentimen risk on dan koreksi pada imbal hasil obligasi AS setelah data manufaktur The Fed Dallas yang lebih baik dari perkiraan," ujar Lukman dalam catatannya.
Kantor The Fed Dallas merilis indeks manufaktur bulan Agustus yang lebih baik dari perkiraan. Indeks manufaktur sebesar negatif 17,2 lebih baik dari negatif 20 pada bulan lalu dan ekspektasi pasar negatif 21,6.