Rupiah Diprediksi Menguat Berkat Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sg
Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin (15/9) di Jakarta melemah sebesar 33,50 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.408 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.375 per dolar AS.
Penulis: Rahayu Subekti
9/10/2025, 09.33 WIB

Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (9/10). Hal ini dipicu oleh sinyal positif yang diberikan Bank Sentral Amerika Serikat terkait pemangkasan suku bunga acuannya.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah risalah pertemuan FOMC The Fed yang secara umum dovish,” kata Analis Doo Financial Futures Lukman Leong kepada Katadata.co.id, Kamis (9/10). 

Lukman menjelaskan, risalah FOMC menunjukkan prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebanyak dua kali hingga akhir tahun. Nada keseluruhan The Fed masih bersifat hati-hati, tetapi mengarah ke pelonggaran yang berkelanjutan.

“Rupiah diprediksi berada di level Rp 16.500 hingga Rp 16.600 per dolar AS,” ujar Lukman. 

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (9/10l pagi, rupiah dibuka menguat pada level Rp 16.555 per dolar AS. Level ini meguat 17 poin atau 0,1% dibandingkan penutupan sebelumnya. 

Di sisi lain, Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana mewanti-wanti masih ada peluang pelemahan rupiah. “Kemungkinan ada depresiasi rupiah ke level Rp 16.595 per dolar AS,” kata Fikri. 

Peluang pelemahan itu dipicu oleh perilaku risk off investor global. Hal ini karena seiring kekhawatiran risiko fiskal akibat shutdown pemerintah AS. Begitu juga dengan risiko fiskal di Perancis dan Jepang.

Fikri menambahkan investor masih akan wait and see data tenaga kerja AS yang akan dirilis dari weekly initial jobless claims malam ini. Begitu juga data non farms payrolls serta unemployment rate pada besok (10/10). 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti