Survei IndexPolitica: Elektabilitas Purbaya Kalahkan Dedi Mulyadi hingga Gibran

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2025). Dalam rapat tersebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Kementerian Keuangan telah melunasi pembayaran subsidi energi tahun anggaran 2024 ke PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).
30/10/2025, 13.20 WIB

 

Lembaga survei IndexPolitica merilis hasil survei persepsi masyarakat terkait isu politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Hasilnya menunjukkan fenomena menarik yaitu popularitas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil melampaui sejumlah tokoh besar seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Berdasarkan survei tersebut, Purbaya bahkan masuk dalam jajaran tokoh dengan tingkat popularitas tertinggi di bursa calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2029.

“Untuk top of mind calon presiden 2029, Prabowo Subianto berada di urutan pertama dengan 40,12%. Di posisi kedua ada Purbaya Yudhi Sadewa dengan 22,50%,” ujar Direktur Eksekutif IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/10).

Adapun survei IndexPolitica bertajuk “Menakar Persepsi Masyarakat Terkait Isu Politik Menuju Pemilu 2029” dilakukan pada 1–10 Oktober 2025 dengan metode multistage random sampling.

Survei ini melibatkan 1.610 responden dan menggunakan kuesioner berisi sekitar 72 pertanyaan. IndexPolitica menyebutkan margin of error survei tersebut sebesar ±1,6% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Berikut Urutan Lengkap Hasil Survei Calon Presiden 2029:

  1. Prabowo Subianto 40.12%
  2. Purbaya Yudhi Sadewa 22,50%
  3. Anies Baswedan 13,40%
  4. Ganjar Pranowo 7,12%
  5. Agus Harimurti 5,12%

Purbaya bahkan menempati posisi tertinggi dalam survei elektabilitas calon wakil presiden 2029. Adapun urutan hasil surveinya sebagai berikut:

  1. Purbaya Yudhi Sadewa 28.65%
  2. Dedi Mulyadi 20.15%
  3. Agus Harimurti Yudhoyono 15.75%
  4. Gibran Rakabuming Raka 12,35%
  5. Erick Thohir 5,14%
  6. Pramono Anung 3,30%
  7. Mahfud MD 3,25%
  8. Sandiaga Uno 2,60%

Denny menilai dalam waktu singkat Purbaya berhasil meraih popularitas tinggi berkat kebijakan dan tindakannya sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Reshuffle terakhir yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto terselamatkan citranya berkat sosok Purbaya,” ujar Denny.

Menurut Denny, Purbaya mewakili semangat protest vote dari masyarakat yang sudah bertahun-tahun lelah dengan gaya kepemimpinan Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati. Bukan berarti Sri Mulyani tidak kompeten, melainkan publik ingin sosok yang menjadi antitesis dari dirinya.

“Hal ini pula yang membuat popularitas dan elektabilitas Purbaya melompat jauh, sebagaimana analogi Chaos Theory dalam ilmu matematika,” kata Denny.

Respons Purbaya

Menanggapi hasil elektabilitasnya yang tinggi, Purbaya memilih irit bicara. Ia menegaskan belum memiliki ketertarikan untuk terjun ke dunia politik.

“Saya nggak tertarik politik,” ujarnya singkat saat ditemui di Istana Kepresidenan, Rabu (29/10).

Sejak dilantik menjadi Menteri Keuangan, Purbaya memang dikenal dengan sejumlah gebrakan kebijakan. Ia menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di sistem perbankan untuk mendorong penyaluran kredit dan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Purbaya kerap melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke berbagai lembaga, mulai dari sektor perbankan hingga pelabuhan, untuk memastikan isu-isu yang mencuat ditangani langsung di lapangan.

Langkah pembenahan juga dilakukan di lingkungan Kementerian Keuangan. Di bawah kepemimpinannya, Direktorat Jenderal Pajak gencar melakukan pembersihan internal. Sejumlah pegawai diberhentikan karena tidak menjalankan tugas sesuai aturan, sebagai bagian dari upaya menjaga integritas lembaga pajak.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti