Rupiah Diprediksi Menguat usai Trump Tunda Serang Iran
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Rabu (25/3) diproyeksikan menguat ke Rp 16.970 terhadap dolar AS. Ini setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump untuk menunda serangan terhadap Iran selama lima hari.
“Kemungkinan ada apresiasi tipis rupiah ke 16.970 per USD. Salah satu faktornya pengumuman oleh Trump,” kata Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana kepada Katadata.co.id, Rabu (25/3).
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp 16.919 per dolar AS. Ini membuat rupiah melemah 0,13% atau 22 poin. Rupiah pun perlahan bergerak naik ke level 16.916 per dolar AS hingga pukul 09.13 WIB, menguat 0,11% atau 18 poin.
Adapun pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (24/3). Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda terapresiasi 99 poin atau 0,58% ke level Rp 16.898 per dollar AS.
Trump sebelumnya mengatakan AS dan Iran ingin membuat kesepakatan. Ini setelah dia memerintahkan militer AS untuk menunda serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.
"Saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda setiap dan semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama periode lima hari, tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," kata Trump dalam akun Truts Social, Senin (24/3).
Fikri mengatakan, pengumuman penundaan oleh Trump ini akhirnya juga berimbas pada turunnya harga minyak dunia dan turunnya kekhawatiran pasar atas inflasi.
Dia juga menjelaskan, faktor lain pelemahan rupiah hari ini juga imbas dari berpindahnya investor dari emas dan perak ke aset yang bisa memberikan imbal hasil seperti surat utang negara.