Pertumbuhan Kredit Lesu pada Februari, Kontraksi Pinjaman Kendaraan Kian Dalam
Bank Indonesia mencatat, penyaluran kredit pada Februari 2026 tumbuh 8,9% secara tahunan mencapai Rp 8.470 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut melambat dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 10,2% secara tahunan.
Berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan kredit melambat pada semua segmen. Kredit modal kerja tumbuh melambat dari 4,7% secara tahunan pada Januari menjadi 3,7% dengan total penyaluran mencapai Rp 3.499 triliun.
Penyaluran kredit investasi juga tumbuh melambat dari 22% menjadi 20% dengan total penyaluran mencapai Rp 2.558,1 triliun. Sedangkan kredit konsumsi, tumbuh melambat dari 7,2% menjadi 6,3%,
Pada jenis kredit konsumsi, kinerja paling buruk dicatatkan oleh kredit kendaraan bermotor yang kian terkontraksi dalam dari sebelumnya minus 6,7% pada Januari menjadi 7,9% pada Februari. Sedangkan kredit pemilikan rumah (KPR) masih tumbuh meski melambat menjadi 5% secara tahunan dan kredit multiguna tumbuh sebesar 8,7%.
BI juga mencatat, posisi M2 pada Februari 2026 secara keseluruhan juga tumbuh melambat dari 10% pada Januari menjadi 8,7%. Total uang beredar mencapai Rp 10.089,9 triliun.
Pertubuhan M2 terdiri dari pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,4% (yoy) dan uang kuasi sebesar 3,1% (yoy).
Selain dipengaruhi oleh kredit yang melambat, pertumbuhan M2 juga dipengaruhi kinerja tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang meningkat menjadi 25,6% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2026 sebesar 22,6% (yoy).
Di sisi lain, BI juga mencatat penghimpunan dana pihak ketiga atau DPK melambat pada Februari 2026 dari tumbuh 10,8% pada Januari menjadi 9,2% secara tahunan dengan total dana mencapai Rp 9.449,1 triliun.
Pertumbuhan giro pada Februari 2026 melambat dari 19% pada bulan sebelumnya menjadi 17,6% secara tahunan menjadi Rp 3.049 triliun. Simpanan tabungan dan berjangka juga tumbuh melambat.
Tabungan masyarakat pada Februari tumbuh menjadi 7,7%, sedangkan simpanan berjangka tumbuh 3,7% menjadi Rp 3.321,6 triliun.