BI Tahan Suku Bunga 4,75% saat Rupiah Loyo Dekati 17.200/US$
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 Maret 2026. Keputusan ini diambil di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang tengah melemah mendekati 17.200 per dolar AS di tengan kondisi geopolitik yang memanas.
Suku bunga deposit facility diputuskan tetap sebesar 3,75% dan lending facility tetap sebesar 5,50%.
"Keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Rabu (22/4).
Perry mengatakan, pihaknya siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang dibutuhkan untuk mempertahankan stabilitas rupiah dan menjaga inflasi. BI tetap menargetkan inflasi berada di kisaran 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027.
"Sementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata dia.