Purbaya Klaim Bank Dunia Minta Maaf Usai Pangkas Prospek Ekonomi Indonesia  

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/agr
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
22/4/2026, 15.35 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim Bank Dunia telah menyampaikan permintaan maaf kepadanya usai memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Permintaan maaf itu disampaikan saat Purbaya menghadiri pertemuan IMF-Bank Dunia di Washington DC. Amerika Serikat.

Purbaya sempat mengkritik proyeksi terbaru Bank Dunia dan menyebut lembaga itu kemungkinan salah hitung. Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sebelumnya sebesar 4,8% menjadi 4,7%.

“Ada yang bilang pertumbuhan kita cuma 4,7%, itu World Bank kan, ya. Begitu ketemu di sana, dia minta maaf tuh. Dia minta maaf karena di-publish sebelum diskusi dengan bosnya di sana," kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).

Purbaya sebelumnya menilai, proyeksi Bank Dunia yang menunjukkan angka kebih rendah itu dipublikasikan sebelum dilakukan diskusi lanjutan dengan sejumlah pihak. 

Ia menegaskan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang kuat dan mampu mengatasi masalah global yang tengah terjadi.  “Kondisi kita kuat, kita tidak usah khawatir,” kata dia. 

Dalam lawatannya acara IMF-Bank Dunia, ia melakukan serangkaian pertemuan termasuk dengan para investor global. Saat bertemu dengan investor global, Purbaya mengaku disiplin fiskal Indonesia menjadi salah satu sorotan. 

“Mereka tanya apakah defisit mau tembus 3% atau tidak. Saya bilang tidak,” kata Purbaya. 

Purbaya memastikan, defisit anggaran Indonesia terjaga di bawah ambang batas 3% dari produk domestik bruto (PDB). Pemerintah, kata dia, berupaya dan memastikan defisit tidak melebihi batas 3%. 

Di sisi lain, Purbaya juga mengklaim para investor menilai pemerintah Indonesia mampu mengelola kebijakan fiskal dengan tepat. Oleh karenanya, tambah Purbaya, kepercayaan investor tetap terjaga. 

Ia mengatakan, strategi yang diterapkan pemerintah dinilai tepat, pasalnya dilakukan sebelum pecahnya gejolak global terlebih akibat perang antara Iran dengan Israel dan AS. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman