BI Sebut Faktor Musiman Jadi Kontributor Pelemahan Rupiah

Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menghitung pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (18/5/2026). Nilai tukar rupiah rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah Rp 17.668 pada perdagangan hari ini dari sebelumnya Rp 17.597 per dolar AS.
25/5/2026, 16.12 WIB

Bank Indonesia menyebut faktor musiman seperti pembayaran dividen perusahaan, repatriasi dana, serta tingginya kebutuhan valuta asing selama musim haji menjadi salah satu faktor yang melemahkan rupiah.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan sentimen global memang menjadi faktor dominan yang menekan rupiah. Menurutnya,  ketidakpastian global yang belum mereda membuat banyak mata uang dunia ikut mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Selain faktor global, Destry mengatakan tekanan terhadap rupiah juga diperkuat faktor musiman di pertengahan tahun yang meningkatkan kebutuhan dolar AS di dalam negeri.

“Memang ada kebutuhan dolar yang sangat tinggi,” kata Destry.

Destry menyebut secara fundamental kondisi ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup kuat. Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 yang mencapai sekitar 5,6% dan menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan.

Selain itu, indeks keyakinan konsumen atau Consumer Confidence Index juga disebut mengalami peningkatan yang menunjukkan daya beli dan optimisme masyarakat masih terjaga. BI juga melihat perbaikan pada penjualan sejumlah korporasi berdasarkan analisis yang lebih rinci dan granular.

“Artinya fundamental ada,” katanya.

 Meski demikian, BI berharap rupiah berpotensi kembali stabil seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional dan meningkatnya kepercayaan investor. Destry menilai arah program pemerintah yang semakin jelas serta selisih imbal hasil atau return spread dengan Amerika Serikat yang mulai melebar dapat menjadi sentimen positif bagi pasar.

“Tentu ini akan memberikan confidence kembali kepada masyarakat dan investor,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah