Rupiah Diproyeksi Melemah, Dibayangi Inflasi AS dan Aksi Demonstrasi

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Editor: Sorta Tobing
27/8/2026, 09.28 WIB

Mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini Kamis (27/8). Melansir dari Bloomberg, angkanya berada di level Rp 17.759 per dolar AS, melemah 0,17% atau 37 poin.

Dari pantauan Katadata.co.id, hingga pukul 09.08 WIB rupiah bergerak semakin lemah ke level Rp 17.782 per dolar AS.  Sehari sebelumnya, mata uang Garuda ditutup di level level Rp 17.725 per dolar AS alias turun tipis 0,01% atau 2 poin dibandingkan posisi perdagangan Selasa lalu.  

Tekanan terhadap rupiah, menurut analis Doo Financial Lukman Leong, akan terus terjadi sepanjang hari ini.  "Dolar rebound setelah indikator inflasi acuan The Fed (bank sentral AS, The Federal Reserve) menunjukkan harga tetap bertahan tinggi pada bulan Juli, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga,” kata Lukman.

 Pelaku pasar kini memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter negeri yang lebih ketat, sehingga meningkatkan daya tarik dolar AS.

Dari dalam negeri, pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi sentimen politik. Investor masih mewaspadai aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung hari ini. “Sedangkan dari domestik, investor juga was-was akan demonstrasi yang akan berlangsung hari ini,” ujarnya.

Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak dalam rentang Rp 17.650-Rp 17.800 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah