Pemerintah Targetkan 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2027

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Penulis: Ade Rosman
27/8/2026, 19.16 WIB

Pemerintah menargetkan penciptaan lapangan kerja baru hingga 3,49 juta pada 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan, target ini menjadi salah satu indikator pembangunan yang disiapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Purbaya mengatakan, pemerintah menargetkan penciptaan lapangan kerja baru sebanyak 2,57 juta hingga 3,49 juta orang pada 2027.

“Angkanya 2,57 sampai 3,49 juta orang lapangan kerja,” kara Purbaya dalam rapat penyampaian pokok-pokok RUU tentang APBN TA 2027 bersama Badan Anggaran DPR. di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8)..

Pernyataan tersebut muncul usai Purbaya ditanyai ihwal indikator penciptaan lapangan kerja baru dalam sasaran RAPBN 2027.  Target penciptaan lapangan kerja baru tersebut beririsan dengan sasaran pemerintah untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka pada 2027.

Purbaya menuturkan, dalam RAPBN 2027, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada kisaran 4,30%-4,87%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target 2026 yang berada pada kisaran 4,44%-4,96%.

Pemerintah juga menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 6%-6,5% pada 2027 dari target 2026 sebesar 6,5%-7,5%.

Selain itu, rasio Gini ditargetkan membaik ke level 0,362-0,367. Pemerintah juga menargetkan Indeks Modal Manusia meningkat menjadi 0,575 pada 2027.

Strategi Fiskal Perkuat Aktivitas Ekonomi Bernilai Tambah Tinggi

Di sisi lain, bendahara negara tersebut mengatakan, strategi ekonomi dan fiskal 2027 akan diarahkan untuk memperkuat transformasi ekonomi pada aktivitas bernilai tambah tinggi, memastikan program unggulan efektif dan tepat sasaran, serta memperkuat perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menjelaskan, RAPBN 2027 difokuskan untuk mendukung delapan klaster Program Prioritas Nasional, yakni: kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

Pemerintah juga dijelaskan Purbaya menyiapkan sejumlah program pendukung yang mencakup pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.

Adapun, dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%, dengan defisit anggaran dijaga sebesar 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman