Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 6% Belum Cukup Serap Pengangguran
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi 6% belum cukup untuk menyerap seluruh tambahan tenaga kerja di Indonesia. Menurutnya, ekonomi perlu tumbuh lebih tinggi hingga kisaran 6,5% hingga 6,7% agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal.
Purbaya mengatakan berdasarkan perhitungan menggunakan data input-output table Badan Pusat Statistik (BPS), setiap pertumbuhan ekonomi 1% saat ini diperkirakan mampu menciptakan sekitar 400 ribu lapangan kerja.
“Kalau 6 kali 4 berarti 2,4 juta lapangan kerja akan tercipta dari pertumbuhan 6%,” kata Purbaya kepada wartawan, di Kementerian Keuangan, Jumat (28/8).
Namun, Purbaya menilai penciptaan sekitar 2,4 juta lapangan kerja baru tersebut belum cukup untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang masih berada dalam usia kerja.
“Kita perlu tumbuh kalau nggak salah dengan hitung-hitungan 6,5 sampai 6,7%. Makanya kita ingin ekonominya pelan-pelan makin tumbuhnya makin cepat,” kata dia.
Perlu Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi
Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibutuhkan agar tambahan angkatan kerja baru maupun pengangguran yang ada dapat lebih banyak terserap ke pasar kerja.
Menurut Purbaya, jika pertumbuhan ekonomi hanya berada di kisaran 5%, penciptaan lapangan kerja yang dihasilkan belum mencukupi kebutuhan tenaga kerja.
“Kalau pertumbuhannya 5% enggak cukup, makanya kita begini-begini saja,” katanya.
Purbaya menyebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6% pada 2027. Setelah itu, pemerintah ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada tahun-tahun berikutnya.
“Kita baru menuju 6% kan semester kedua ini. Tahun depan 6%, tahun depannya kita desain akan lebih cepat lagi,” katanya.
Pemerintah sebelumnya menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6% dalam rancangan APBN 2027.