Bos BI Ungkap Cadangan Devisa RI Capai US$ 147,5 M

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Editor: Agustiyanti
14/9/2026, 16.28 WIB

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, cadangan devisa Indonesia pada bulan ini meningkat menjadi US$ 147,5 miliar, naik dari posisi Agustus 2026 sebesar US$ 146,5 miliar. Hal ini seiring adanya tambahan devisa yang dibukukan Kementerian Keuangan.

"Cadangan devisa kita masih cukup solid di level US$ 146,5 miliar. Nanti kalau ada tambahan data dana lagi dari Pak Menkeu, cadangan devisanya naik lagi jadi US$ 147,5 miliar," ujar Gubernur BI Destry Damayanti  dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (14/9). 

Menurut Destry, tambahan dana tersebut dapat berasal dari aktivitas pemerintah, seperti penerimaan pajak maupun penarikan pinjaman luar negeri. Dana tersebut dapat memperkuat posisi cadangan devisa Indonesia.

Menurut Destry, kondisi cadangan devisa yang kuat menjadi salah satu penopang ketahanan sektor eksternal Indonesia. Saat ini, cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar 5,4 bulan impor.

"Kalau hitungan cadangan devisa itu biasanya kami pakai bulan impor. Result-nya ada 5,4 bulan impor," ujarnya.

Menurut Destry, terjaganya cadangan devisa juga didukung oleh kondisi neraca pembayaran Indonesia yang hingga saat ini masih solid. Kekuatan sektor eksternal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah