Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia bakal tertekan krisis ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19. Ekonomi diprediksi tumbuh antara -2 persen sampai 0 persen, terutama jika terjadi gelombang ke-II Covid-19.

Lembaga multilateral tersebut memperkirakan jumlah penduduk miskin meningkat antara 5,5 juta sampai 8 juta dan 3,6 juta orang kehilangan pekerjaan. Selain itu terjadi peningkatan defisit fiskal hingga 6,3 persen.

Ada tiga resep yang disarankan Bank Dunia untuk memulihkan perekonomian RI. Pertama, melandaikan kurva Covid-19, yakni dengan meningkatkan kapasitas tes PCR, peningkatan pelacakan dan isolasi, serta perluasan sistem kesehatan nasional.

Kedua, mengatasi kurva resesi dengan memperbaiki fata dan perluasan target bantuan sosial. Kemudian mendukung kegiatan dunia usaha serta membuat omnibus law asalkan memperhatikan permasalahan lingkungan. Ketiga, meratakan kurva utang melalui realokasi subsidi ke kegiatan infrastruktur.