Indonesia terancam mengalami kemarau panjang imbas “Super” El Nino yang diperkirakan memiliki anomali pemanasan suhu permukaan laut yang lebih tinggi dari biasanya. Tidak hanya kemarau panjang, fenomena ini juga dapat memicu kebakaran hutan, kekeringan, dan gagal panen.

Di tengah risiko kemarau berkepanjangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan.

“BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api (hotspot),” tulis BMKG di situsnya, Senin, 17 Agustus 2026.

BMKG juga mulai menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk memitigasi potensi masalah dari dampak El Nino kali ini. Modifikasi cuaca akan dilakukan dengan memanfaatkan keberadaan potensi awan agar menghasilkan hujan yang efektif.

Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat (NOAA) mencatat anomali suhu El Nino 2026 pada Juli mencapai 2,06°C, lebih tinggi dari tiga anomali suhu El Nino yang pernah tercatat dalam sejarah.

Kalkulasi European Centre for Medium Range Weather Forecasts (ECMWF) bahkan menyebut anomali suhu El Nino 2026 dapat mendekati 4°C pada puncaknya di Desember 2026.

BMKG menyebut El Nino tahun ini bakal berimbas pada kemarau yang amat panjang di Indonesia. Sebanyak 48,77% wilayah Indonesia juga diprediksi bakal mengalami kemarau yang lebih panjang.

Departemen Agrikultur Amerika Serikat (USDA) dalam laporan bulanannya menyebut El Nino tahun ini dapat memicu inflasi pangan di Indonesia. USDA memprediksi produksi beras akan turun 0,6% secara tahunan dan memicu menipisnya stok beras Bulog. Ini memicu kenaikan inflasi 1,87 poin persentase imbas kenaikan biaya impor pangan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.