Patrick Kluivert Dipecat PSSI: Ini Prediksi Calon Pelatih Timnas Terbaru

ANTARA
Patrick Kluivert Dipecat PSSI
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
17/10/2025, 09.18 WIB

Ramai beredar kabar Patrick Kluivert dipecat PSSI, kerjasama antara tim kepelatihan Timnas Indonesia resmi berakhir, termasuk Patrick Kluivert. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah menghormati keputusan tersebut.

“Terkait pemecatan pelatih tim nasional, hal ini merupakan bagian dari evaluasi setelah tim kita belum berhasil lolos ke Piala Dunia 2026,” ujar Prasetyo kepada wartawan, Kamis (16/10/2025).

Meskipun kerja sama dengan Kluivert telah berakhir, semangat untuk membangun Timnas Indonesia yang lebih kompetitif tetap menjadi prioritas utama, dengan harapan mampu mewujudkan impian jutaan rakyat Indonesia agar Garuda tampil di panggung Piala Dunia.

Patrick Kluivert Dipecat PSSI: Timnas Gagal Masuk Piala Dunia 2026

Patrick Kluivert  (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.)

Setelah Patrick Kluivert dipecat PSSI atau diputus kontraknya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menekankan pentingnya segera mencari pelatih baru untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan. Menurutnya, semangat untuk terus membangun tim nasional tidak boleh padam. 

Indonesia harus tetap optimis dan berupaya meningkatkan kualitas sepak bola nasional agar cita-cita 287 juta rakyat Indonesia melihat Timnas berlaga di Piala Dunia dapat terwujud. Kerja sama antara PSSI dan tim kepelatihan tim nasional Indonesia, termasuk Patrick Kluivert, resmi berakhir melalui mekanisme mutual terminasi atau bersama kesepakatan.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh PSSI dan anggota seluruh tim kepelatihan yang sebelumnya terikat kontrak selama dua tahun. Pemberhentian kerja sama dilakukan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal, serta arah strategi pelatihan tim nasional di masa depan.

Dengan keputusan ini, tim kepelatihan tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U-23, maupun U-20. PSSI juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi seluruh anggota tim kepelatihan, termasuk Kluivert, sebagai bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap program pengembangan sepak bola nasional.

Siapa Calon Pengganti Patrick Kluivert?

Setelah pemecatan Patrick Kluivert, PSSI sedang melakukan pencarian pelatih baru untuk memimpin Timnas Indonesia. Beberapa pelatih asing yang saat ini aktif di BRI Liga 1 muncul sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Kluivert. Berikut nama-nama yang ramai dibicarakan sebagai calon pengganti Patrick Kluivert:

1. Shin Tae-yong (STY)

Sebelum kehadiran Patrick Kluivert, Shin Tae-yong (STY) dikenal sebagai sosok yang mengubah wajah sepak bola Indonesia. Datang pada akhir 2019, pelatih asal Korea Selatan ini membawa disiplin, mental juang, dan profesionalisme ke level yang lebih tinggi.

Di bawah Arah STY, Timnas Indonesia tampil kompetitif di berbagai turnamen, termasuk menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, sebuah prestasi bersejarah bagi sepak bola nasional.

Meski akhirnya dihentikan pada Januari 2025, banyak pihak menilai keputusan itu terlalu cepat. Kini, di tengah masa transisi Timnas Indonesia, kembalinya Shin Tae-yong bisa menjadi langkah terbaik.

STY memahami karakter pemain, mengenali potensi bakat diaspora, dan terbukti mampu menyatukan tim dengan disiplin tinggi. Jika PSSI berani membuka babak baru dengan sosok lama, comeback STY bisa menjadi kisah epik kebangkitan Tim Garuda jilid dua.

2. Jesus Casas

Meskipun Casas tidak memiliki darah Indonesia, latar belakang Belanda, maupun pengalaman di sepak bola nasional, namanya tetap bisa dipertimbangkan karena pemahamannya terhadap sepak bola Asia. 

Casas dipecat dari Irak setelah kalah 1-2 dari Palestina, namun sebelumnya ia mencatat performa yang cukup solid dengan 18 kemenangan, delapan hasil imbang, dan delapan kekalahan. Selain itu, Casas juga pernah menjabat sebagai asisten pelatih di Watford dan timnas Spanyol.

3. Timur Kapadze

Namanya mulai mencuat saat menangani timnas Uzbekistan, di mana ia berhasil membawa pembalap ke Olimpiade dan menunjukkan performa solid bersama timnas U-23 Uzbekistan.

Beberapa tahun kemudian, ia menjabat sebagai pelatih kepala Uzbekistan dan dikenal cukup dekat dengan para pemain muda. Saat ini, ia menjabat sebagai asisten pelatih Uzbekistan di bawah Fabio Cannavaro sebagai pelatih utama. Strategi favoritnya yaitu formasi 4-3-3, yang terbukti efektif di kancah sepak bola Asia.

4. Giovanni van Bronckhorst

Apabila PSSI ingin mempertahankan nuansa Eropa di dalam timnas Indonesia, Giovanni van Bronckhorst bisa menjadi opsi. Ia memiliki darah Indonesia, saat ini menjabat sebagai asisten pelatih Arne Slot di Liverpool FC.

Pengalaman terakhirnya sebagai kepala pelatih yaitu saat menangani Besiktas pada tahun 2024, di mana dengan formasi Andalan 4-2-3-1 ia mencatat 10 kemenangan, empat imbang, dan enam kekalahan. Namun, penyesuaian dengan sepak bola Asia kemungkinan akan membutuhkan waktu, dan risiko kegagalan seperti yang dialami Patrick tetap ada.

5. Luis Milla

Pelatih berkebangsaan Spanyol ini masih belum menangani tim manapun sejak meninggalkan Persib Bandung pada tahun 2023. Milla memiliki pengalaman memimpin Timnas Indonesia pada periode 2017 hingga 2018.

Bahkan, mantan gelandang Real Madrid ini sempat mengikuti sesi wawancara sebelum PSSI memilih Shin Tae-yong pada Desember 2019. Nama Milla tetap melekat dalam ingatan para penggemar Timnas Indonesia.

Patrick Kluivert dipecat PSSI, menandai langkah penting dalam evaluasi menyeluruh terhadap arah pelatihan sepak bola nasional. Melalui mekanisme penghentian bersama, PSSI menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas tim nasional di semua level. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.