Apa itu Program 'Traktir Kucing' yang Diluncurkan Pemprov DKI?

Katadata
Traktir Kucing
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
6/7/2026, 09.46 WIB

Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta menaruh perhatian serius terhadap pengelolaan populasi dan kesehatan hewan jalanan yang berada di area publik. Melalui jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian atau KPKP, otoritas ibu kota resmi meluncurkan program ‘Traktir Kucing’ untuk mengatasi persoalan tersebut. 

Langkah ini dirancang bukan sekadar untuk menyediakan pakan, melainkan sebagai wadah edukasi kepatuhan kolektif guna mengikis konflik sosial akibat keberadaan hewan liar yang tidak terurus di area perbelanjaan. Konsep pengumpulan donasi dan penyediaan logistik nutrisi satwa tersebut dikemas secara interaktif agar mampu memicu partisipasi aktif dari para pengunjung maupun pelaku usaha mikro. Implementasi perluasan ekosistem jaminan kebersihan pasar urban melalui gerakan Traktir Kucing kini secara gencar diterapkan secara bertahap pada sejumlah titik strategis kota.

Apa itu Program Traktir Kucing?

Keberhasilan penataan fasilitas umum di wilayah metropolitan sangat bergantung pada ketepatan penentuan lokasi serta pemahaman mendalam mengenai dinamika sosial di lapangan. Pemerintah daerah sengaja membidik kawasan komersial berkumpulnya komunitas kreatif sebagai episentrum baru gerakan kepedulian satwa domestik ini sebagai respons atas meningkatnya populasi kucing liar di area pasar yang kerap memicu masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Pemerintah secara resmi memperluas jangkauan operasional program Traktir Kucing ke wilayah Jakarta Selatan setelah sebelumnya sukses melakukan uji coba di beberapa kawasan pemukiman warga sejak beberapa tahun terakhir. Penunjukan lokasi baru di area publik ini dilakukan secara simbolis pada peresmian tanggal 24 Juni 2026 yang dihadiri oleh Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho S. Yudyantoro, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan KPKP Irawati Harry Artharini, Manager Area 11 Pasar Jaya Dewi Ratna Furi, serta Kepala Pasar Santa Shiva Ramadhania. Kebijakan perluasan jangkauan wilayah intervensi pemenuhan nutrisi hewan jalanan melalui program Traktir Kucing ini meliputi beberapa area pasar dan pusat kegiatan komunitas berikut:

  • Pasar Santa Kebayoran Baru: Dipilih sebagai lokasi utama karena karakteristiknya yang merupakan perpaduan antara pasar tradisional dan ruang kreatif bagi anak muda serta komunitas hobi, di mana pihak pengelola membangun dua titik fasilitas khusus di area pintu masuk dekat gerai kopi Tuku dan Kawaki Roastery.
  • Fasilitas Transportasi Massal Terintegrasi: Langkah perluasan ini melengkapi fasilitas serupa yang sebelumnya telah dibangun secara bertahap oleh pemerintah daerah, mulai dari lingkungan MRT Jakarta pada 2022, hingga berlanjut ke Halte TransJakarta Kebayoran, Velbak, Kuningan Madya, serta Stasiun KRL Kebayoran pada 2025.
  • Sentra Kuliner dan Area Terbuka Terbatas: Ruang publik di sekitar lokasi pasar tradisional yang kerap menjadi tempat berkumpulnya populasi kucing liar tanpa pemilik.

Mekanisme Partisipasi Masyarakat dan Pengelolaan Logistik Pakan

Warga yang berkunjung ke lokasi penataan dapat secara sukarela mengambil peran dalam rantai pasokan logistik pakan hewan melalui skema yang sudah terstandarisasi oleh dinas terkait. Seluruh dana atau barang yang terkumpul dikelola secara mandiri oleh komite kecil yang dibentuk bersama komunitas pecinta hewan lokal guna menjamin akuntabilitas penyaluran harian. 

Masyarakat bersama dengan petugas dapat berperan aktif menyukseskan program Traktir Kucing, yang diwujudkan dalam kegiatan berikut:

  • Penyediaan Wadah Pakan Khusus: Pihak pengelola pasar memasang dispenser pakan atau feeding station higienis di sudut-sudut pintu masuk yang jauh dari area pengolahan makanan utama manusia.
  • Pemasangan Media Edukasi Visual: Petugas memasang banner serta stiker edukasi di sekitar lokasi agar warga terbiasa memberi makan satwa hanya pada titik yang telah ditentukan, dengan mengutamakan jenis makanan kering atau kibble serta menggunakan wadah berbahan dasar kertas demi menjaga kebersihan lingkungan.
  • Pemberian Label Transparansi: Setiap pakan yang didonasikan dicatat dalam papan informasi digital pasar untuk mempermudah pemantauan ketersediaan stok logistik bulanan.
  • Pembersihan Area Berkala: Petugas kebersihan pasar bersama relawan melakukan sterilisasi area wadah pakan setiap sore hari demi mencegah timbulnya bau tidak sedap.

Manfaat dan Dampak Jangka Panjang bagi Lingkungan Urban

Setiap kebijakan penataan lingkungan yang digulirkan oleh pemerintah daerah senantiasa diukur berdasarkan parameter dampak kesehatan masyarakat serta keberlanjutan ekosistem kota. Langkah ini dinilai krusial sebagai bagian dari upaya panjang mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang ramah terhadap hewan (animal-friendly city).

Dengan akronim resmi Transfer Informasi dan Edukasi Kesejahteraan Hewan, esensi utama dari operasional Traktir Kucing tidak hanya terbatas pada pemenuhan pakan, melainkan penyediaan basis data penanganan hewan serta pemenuhan jaminan kesehatan preventif berupa penyuntikan vaksinasi rabies massal. 

Di samping itu, program ini diintegrasikan dengan metode Trap-Neuter-Return (TNR) melalui kerja sama penyerapan kuota sterilisasi gratis dari Sudin KPKP Jakarta Selatan yang saat ini alokasi kuotanya terus ditingkatkan secara berkala oleh pemerintah daerah. 

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa program ini mendatangkan berbagai hasil positif terhadap tata kelola kota modern, yaitu sebagai berikut:

  • Peningkatan Kuota Sterilisasi Daerah: Mendorong efisiensi penekanan laju populasi hewan lewat lonjakan kuota tindakan medis gratis daerah yang merangkak naik dari 9.000 ekor pada 2024, menjadi 21.000 ekor pada 2025, hingga menembus angka 22.000 ekor pada tahun 2026.
  • Kemudahan Akses Pelayanan Veteriner: Mempercepat penanganan kesehatan hewan jalanan melalui jangkauan operasional enam unit Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan serta pengoperasian lima unit armada Mobil Layanan Veteriner di seluruh wilayah Jakarta tahun ini.
  • Efisiensi Pengendalian Hama Pasar: Populasi kucing yang sehat dan terkontrol melalui tindakan medis teratur membantu menekan ledakan populasi hama tikus di dalam instalasi bangunan pasar secara alami.
  • Peningkatan Citra Destinasi Wisata: Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo menegaskan bahwa sinergi ini sukses mengubah citra pasar tradisional menjadi lingkungan belanja yang bersih, ramah satwa, dan nyaman bagi interaksi para pedagang maupun pengunjung.

Melalui keberlanjutan program penataan satwa liar ini, kesadaran kolektif masyarakat kota dalam menjaga kebersihan lingkungan diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Kolaborasi erat antara jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha mikro, dan komunitas pecinta satwa diyakini mampu mewujudkan ruang publik Jakarta yang inklusif, sehat, serta nyaman bagi seluruh makhluk hidup.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.