Apa itu Saham Gorengan? Ini Karakteristik dan Risiko Membelinya

Katadata
Saham Gorengan
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
14/7/2026, 12.26 WIB

Minat masyarakat terhadap investasi saham terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah bertambahnya jumlah investor ritel, istilah saham gorengan juga semakin sering muncul dalam pembahasan pasar modal, baik di media sosial, forum investasi, maupun laporan analis.

Saham gorengan merupakan istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan saham yang mengalami pergerakan harga tidak wajar dalam periode tertentu. Kenaikan maupun penurunan harga tersebut umumnya tidak didukung oleh perubahan fundamental perusahaan, tetapi lebih dipengaruhi aktivitas perdagangan yang bersifat spekulatif atau dugaan manipulasi pasar.

Fenomena ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat menimbulkan kerugian bagi investor, terutama yang membeli saham hanya berdasarkan tren kenaikan harga. Oleh sebab itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun perusahaan sekuritas secara berkala mengingatkan investor untuk selalu melakukan analisis fundamental dan tidak mudah tergiur oleh lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat.

Lalu, apa yang dimaksud dengan saham gorengan, apa penyebab kemunculannya, bagaimana ciri-cirinya, serta apa resiko membeli saham tersebut?

Apa itu Saham Gorengan?

Melansir dari Bright, Istilah saham gorengan bukan merupakan istilah resmi dalam peraturan pasar modal, melainkan sebutan yang berkembang di kalangan investor untuk menggambarkan saham yang harganya bergerak secara tidak wajar akibat aktivitas spekulatif atau dugaan praktik manipulasi transaksi.

Dalam kondisi normal, harga saham terbentuk berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti kinerja keuangan perusahaan, prospek bisnis, aksi korporasi, kondisi ekonomi, maupun sentimen pasar. Namun, pada saham gorengan, lonjakan harga sering kali tidak diikuti perubahan fundamental yang signifikan.

Pergerakan tersebut dapat terjadi ketika sekelompok pelaku pasar melakukan transaksi secara masif sehingga harga terlihat terus meningkat. Kenaikan harga kemudian menarik minat investor lain untuk ikut membeli karena khawatir kehilangan peluang memperoleh keuntungan. Setelah harga mencapai tingkat tertentu, pelaku yang lebih dahulu menguasai saham menjual kepemilikannya sehingga harga berpotensi turun tajam.

Fenomena tersebut umumnya lebih mudah terjadi pada saham dengan kapitalisasi pasar kecil, jumlah saham beredar terbatas, dan likuiditas perdagangan yang rendah. Kondisi tersebut membuat harga saham lebih mudah dipengaruhi dibandingkan saham berkapitalisasi besar yang memiliki volume transaksi tinggi.

Karakteristik Saham Gorengan

Tidak semua saham yang mengalami kenaikan harga dapat dikategorikan sebagai saham gorengan. Investor perlu melihat berbagai indikator secara menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan.

Beberapa karakteristik yang sering ditemukan pada saham gorengan antara lain sebagai berikut.

  • Harga naik atau turun secara ekstrem dalam waktu singkat tanpa adanya informasi material yang dapat menjelaskan perubahan tersebut.
  • Laporan keuangan, pertumbuhan laba, maupun prospek usaha tidak menunjukkan peningkatan yang sebanding dengan lonjakan harga saham.
  • Volume transaksi harian cenderung kecil sehingga harga lebih mudah dipengaruhi oleh transaksi dalam jumlah tertentu.
  • Saham perusahaan berkapitalisasi kecil umumnya memiliki jumlah saham beredar yang lebih terbatas sehingga lebih rentan mengalami fluktuasi harga.
  • Terjadi lonjakan volume transaksi secara tiba-tiba. Aktivitas perdagangan meningkat signifikan tanpa adanya pengumuman aksi korporasi atau informasi penting dari perusahaan.
  • Saham tertentu sering dipromosikan dengan narasi keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa disertai analisis mengenai risiko maupun fundamental perusahaan.

Karakteristik tersebut tidak selalu menjadi bukti adanya manipulasi pasar. Namun, apabila beberapa indikator muncul secara bersamaan, investor perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan analisis lebih mendalam.

Risiko Membeli Saham Gorengan

Saham gorengan dikenal mampu menghasilkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Namun, peluang tersebut juga diikuti risiko yang jauh lebih besar dibandingkan saham yang memiliki fundamental kuat.

Berikut beberapa risiko yang dapat dihadapi investor.

  • Setelah aksi beli berhenti atau pelaku utama melepas kepemilikan saham, harga dapat mengalami koreksi tajam dalam waktu singkat.
  • Saat tekanan jual meningkat, jumlah pembeli biasanya berkurang sehingga saham menjadi sulit dilepas pada harga yang diharapkan.
  • Perubahan harga dapat terjadi dalam rentang yang besar hanya dalam satu atau beberapa hari perdagangan.
  • Investor yang masuk karena mengikuti tren sering kali membeli ketika harga sudah berada di level tertinggi sehingga peluang mengalami kerugian menjadi lebih besar.
  • Pergerakan harga yang tidak didukung kondisi bisnis perusahaan membuat investasi lebih bergantung pada sentimen pasar dibandingkan nilai intrinsik perusahaan.

Risiko tersebut menunjukkan bahwa potensi keuntungan tinggi selalu diikuti peluang kerugian yang sebanding. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kenaikan harga saham dalam jangka pendek.

Cara Menghindari Risiko Saham Gorengan


Saham Gorengan (Katadata)
 

Mengenali karakteristik saham gorengan merupakan langkah awal untuk mengurangi risiko investasi. Selain itu, investor juga perlu menerapkan prinsip investasi yang disiplin agar tidak mudah terpengaruh oleh euforia pasar.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.

  • Melakukan analisis fundamental terhadap laporan keuangan, pertumbuhan laba, prospek bisnis, dan valuasi perusahaan.
  • Memeriksa keterbukaan informasi yang disampaikan emiten melalui Bursa Efek Indonesia untuk memastikan terdapat informasi material yang mendukung pergerakan harga saham.
  • Mengamati pola volume transaksi dan likuiditas perdagangan guna mengetahui apakah terjadi aktivitas yang tidak lazim.
  • Menghindari membeli saham hanya karena rekomendasi di media sosial, grup percakapan, atau forum investasi tanpa melakukan analisis sendiri.
  • Menerapkan diversifikasi portofolio sehingga risiko tidak terpusat pada satu saham.
  • Menyesuaikan investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan jangka panjang.

Memahami konsep saham gorengan menjadi penting seiring meningkatnya jumlah investor di pasar modal Indonesia. Meski tidak semua saham yang naik tajam merupakan saham gorengan, investor perlu berhati-hati apabila kenaikan harga tidak didukung oleh fundamental perusahaan maupun informasi material yang jelas.

Dengan memahami pengertian, karakteristik, risiko, dan cara menghindarinya, keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih rasional. Langkah tersebut juga sejalan dengan prinsip investasi yang mengutamakan analisis, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap mekanisme perdagangan yang berlaku di pasar modal.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.