Alasan Pengguna Robot Trading Disarankan Tarik Semua Uang
ZIGI – Influencer Felicia Putri Tjiasaka yang biasa membuat konten edukasi seputar investasi ikut menanggapi kasus Binary Option. Belum lama ini, dia membongkar sisi gelap robot trading yang bisa merugikan pengguna hingga triliunan rupiah.
“Sekarang misku bukan cuma semua orang bisa investasi, tapi juga berperang dan melawan semua investasi bodong,” kata Felicia Putri Tjiasaka dikutip Zigi.id dari Instagram @feliciaputritjiasaka, Selasa, 22 Maret 2022. Lantas apa saja poin yang dijelaskan Felicia mengenai robot trading? Yuk simak
Baca Juga: 4 Fakta Gelap Trading Dibongkar Gita Sinaga, Termasuk Robot Fahrenheit
Apa Itu Robot Trading?
Menurut Felicia Putri Tjiasaka, sistem yang dibuat robot trading tidak kalah berbahaya dengan Binary Option. Bahkan menurutnya, kerugian member yang menggunakan robot trading bisa jauh lebih fantastis.
“Robot trading sesuai namanya, adalah program komputer yang dirancang, untuk menghasilkan sinyal jual atau beli untuk berbagai jenis aset,” ucap Felicia Putri Tjiasaka.
Robot trading dan Binary Option menurut penjelasannya, mempunyai sejumlah kesamaan skema berbahaya. Berbekal robot trading inilah, pengguna diklaim bisa menebak pergerakan harga forex, komoditas, saham dan juga kripto.
“Pengguna tidak harus menganalisis atau menebak seperti binary option, jadi semuanya akan diserahkan saja pada robot trading,” tambah Felicia.
Ia menambahkan, cara kerja robot trading dimulai dengan mengunduh aplikasinya atau membelinya secara terpisah. Biasanya, sebuah platform penyedia robot trading akan menjual beragam paket mulai dari harga Rp1 juta hingga miliaran rupiah tergantung keuntungan yang ingin diperoleh.
Disarankan Tarik Semua Uang
Berhubung robot trading diklaim bisa membantu para trader bermain, tidak sedikit member yang tergiur dengan iming-iming menjanjikan. Alhasil, kerugian member bisa mencapai triliunan rupiah.
“Lebih baik tarik semua uang yang ada di robot trading, sebelum di-margin-call-kan, dipersulit penarikannya atau ditangkap kepolisian,” tegas Felicia Putri Tjiasaka.
Felicia merincikan, perekrutan member robot trading ternyata menggunakan skema ponzi atau lebih dikenal dengan istilah MLM. Dengan sistem ini, maka bonus yang didapat member lama dari member baru akan meningkat.
“Mereka juga menjual buku, kursus trading, grup VIP sebagai kamuflase. Yang di akhir mereka akan membuat margil call atau mempersulit penarikan untuk mengeruk semua uang yang telah kalian depositkan,” imbuh Felicia.
Di Indonesia, saat ini nyaris semua robot trading sudah dinyatakan sebagai scam dan diamankan Bareskrim serta ada pula yang masih buron. Robot trading yang telah diringkus polisi salah satunya Viral Blast yang merugikan member hingga Rp1,2 triliun.
Tidak hanya itu, robot trading lain yang sempat booming di Indonesia di antaranya seperti Sunton Capital, MARK Ai, Evotrade, DNA PRO, Net89 ATG (Auto Trade Gold), RoyalRQ, Millioner Prime, dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Kronologi Chris Ryan Jadi Korban Robot Trading Fahrenheit