Langkah Satgas Covid-19 Hindari Penumpukan di Bandara pada Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun 2021, Satgas Penanganan Covid-19 melakukan sejumlah upaya untuk memperlancar proses kepulangan masyarakat ke Tanah Air agar tidak terjadi penumpukan di bandara.
Image title
29 Desember 2021, 08:10
Langkah Satgas Covid-19 Hindari Penumpukan di Bandara pada Akhir Tahun
ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.
Calon penumpang pesawat antre di area lapor diri sebelum melakukan penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (20/12/2021). Pengelola Bandara Juanda memprediksikan puncak arus penumpang saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 terjadi pada 24 Desember 2021 dengan jumlah 25.516 orang penumpang dan 223 pergerakan pesawat. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.

Menjelang akhir tahun 2021, pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk memperlancar proses kepulangan masyarakat ke Tanah Air agar tidak terjadi penumpukan di bandara, khususnya Bandara Internasional Soekarno Hatta. 

Penumpukan biasanya dipicu oleh kedatangan di waktu yang bersamaan, proses imigrasi, penyaringan kesehatan, tes PCR hingga distribusi ke tempat karantina terpusat. 

Oleh karenanya, saat ini Satgas Penanganan Covid-19 sedang memperbaiki sejumlah alur kepulangan. Mulai dari prosedur registrasi hingga menambah personel dan jumlah kamar karantina.

Terkait ketersediaan kamar karantina, Koordinator Hotel Repatriasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Vivi Herlambang menyebutkan, sampai 20 Desember 2021 masih tersisa 29,7 persen atau sekitar 4.920 kamar. “Yang sudah terpakai ada 11.668 kamar atau 70 persen dari total ruangan yang disediakan (16.588),”ujarnya. 

Advertisement

Hotel yang disediakan untuk karantina mulai dari bintang 2 sampai 5. Terdapat 31 hotel bintang 5 dengan total ketersediaan kamar (room allotment) 5.080 unit, 46 hotel bintang 4 dengan ketersediaan kamar 5.692 unit, dan 58 hotel bintang 2-3 dengan ketersediaan kamar 5.816 unit.

Vivi mengatakan, bagi pelajar serta tamu warga negara asing (WNA) atau warga negara Indonesia (WNI) non-PMI (pekerja migran Indonesia), wajib melakukan reservasi kamar hotel karantina terlebih dulu. 

Masyarakat yang hendak berangkat ke luar negeri untuk berwisata atau melakukan perjalanan singkat juga wajib reservasi hotel karantina untuk kepulangan ke Indonesia.

Pemerintah menanggung biaya karantina bagi PMI, pelajar atau mahasiswa yang baru menamatkan studinya di luar negeri, dan aparatur sipil negara (ASN) yang baru pulang dari penugasan luar negeri. 

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Hery Trianto menyebutkan, mereka mendapat fasilitas karantina terpusat secara gratis saat kembali ke Tanah Air. 

Aturan ini didasari oleh Surat Edaran Nomor 25 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) huruf F No.4. 

“Warga negara Indonesia yang tidak termasuk kriteria tersebut dipersilakan menjalani karantina di tempat akomodasi karantina atau hotel yang mendapatkan rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia,” kata Hery, Selasa (21/12). 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait