Vaksinasi Covid-19 Perlu Dipercepat

Image title
27 Desember 2021, 10:32

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tetap waspada akan ancaman kemunculan varian baru Covid-19, Omicron. Ditambah, potensi peningkatan kasus pada momen libur Natal dan tahun baru. 

Budi melihat adanya kemungkinan orang yang sudah divaksinasi lengkap, bahkan disuntik booster, tetap bisa tertular Omicron. Meski demikian, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, vaksin dapat mengurangi gejala berat bahkan risiko kematian. 

Oleh karena itu, vaksin Covid-19 masih menjadi solusi efektif untuk melawan dan melindungi diri dari varian virus Corona. WHO juga menyebutkan, salah satu upaya mencegah varian Omicron adalah dengan vaksinasi dosis penuh.

Menkes berharap program vaksinasi Covid-19 di Indonesia bisa diakselerasi. Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar mau melakukan vaksinasi. 

"Kami mengimbau agar masyarakat mempercepat vaksinasi. Saat ini, vaksin yang paling banyak datang adalah Pfizer dan AstraZeneca. Tidak usah pilih vaksinnya tipe apa, langsung divaksinasi saja," ujarnya.

Per 22 Desember 2021, sudah terdapat sekitar 108,4 juta orang atau sekitar 40,12 persen dari populasi di Indonesia yang mendapatkan vaksin dosis lengkap. Adapun pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 menjangkau 208,2 juta orang. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.