Dunia Usaha Berharap Bunga Kredit Tidak Ikut Naik

Semestinya perbankan tak menaikan suku bunga kreditnya karena BI mempertahankansuku bunga fasilitas simpanan di level 75 persen
Aria W. Yudhistira
19 November 2014, 18:00
Katadata
KATADATA | Arief Kamaludin
Pengusaha meminta perbankan tidak ikut menaikkan suku bunga kredit.

KATADATA ? Dunia usaha berharap perbankan tidak ikut-ikutan menaikkan suku bunga kredit mengikuti kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, kenaikan suku bunga akan menambah beban pengusaha. ?Saya berharap bank-bank tidak ikut,? kata dia di Jakarta, Rabu (19/11).

Bank Indonesia seperti diberitakan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,75 persen. BI beralasan, kenaikan suku bunga acuan bertujuan untuk menahan laju inflasi yang disebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Franky Sibarani mengatakan, kombinasi kenaikan harga BBM dan suku bunga kredit menyebabkan perusahaan menaikkan harga produk. Diperkirakan kenaikan harga produk makanan dan minuman sebesar 5 persen-10 persen pada 2015.

Advertisement

Menurutnya, kenaikan ini tidak terhindarkan karena perusahaan mesti menanggung beban bahan baku yang mencapai 60 persen-80 persen. ?Kami masih akan review lagi imbas kenaikan BI Rate jadi 7,75 persen kemarin, karena bunga bank pasti naik,? ujarnya.

Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan, semestinya perbankan tak menaikan suku bunga kreditnya karena BI tidak menaikkan suku bunga fasilitas simpanan yang tetap di level 7,5 persen.

?Jadi kalau parkir uang di BI, bunganya tetap sama 7,5 persen. Tapi kalau fasilitas BI ikut naik, otomatis akan menekan likuiditas perbankan,? tutur Ichsan.

Dia sepakat dengan kebijakan BI menaikan suku bunga acuan karena untuk memastikan ekspektasi inflasi tetap terjaga. Bukan hanya untuk tahun ini, tetapi hingga tahun depan karena ada kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait