Keampuhan Kombinasi Vaksin Booster

Pemberian vaksin booster dapat meningkatkan daya tahan tubuh melawan virus corona, termasuk dari varian baru seperti Omicron.
Reza Pahlevi
12 Januari 2022, 16:39

Pemerintah memulai program vaksinasi booster Covid-19 pada Rabu, 12 Januari 2022. Untuk tahap pertama, pemerintah menetapkan booster dilakukan secara heterolog yang berarti jenis booster berbeda dari vaksin primer.

Mengutip Kementerian Kesehatan, penerima vaksin Sinovac akan diberikan setengah dosis vaksin Pfizer atau AstraZeneca. Sementara itu, penerima vaksin AstraZeneca akan diberikan setengah dosis vaksin Moderna.

Beberapa penelitian sudah dilakukan untuk mencari tahu keampuhan metode heterolog dalam pemberian booster ini. Untuk vaksin Sinovac, Rafael Araos dan Alejandro Jara dari Kementerian Kesehatan Cile sudah pernah menulis penelitiannya.

Menurut Araos dan Jara, pemberian Sinovac sebagai booster meningkatkan efektivitas melawan infeksi virus Covid-19 menjadi 70,89% dari awalnya 50,18%. Lalu, pemberian AstraZeneca meningkatkan efektivitas menjadi 90,53% dan Pfizer menjadi 93,18%.

Untuk vaksin primer AstraZeneca dan Pfizer, penelitiannya dilakukan oleh Alasdair P S Munro, dkk. dan diterbitkan di The Lancet. Penelitian ini menghitung antibodi setelah dan sebelum pemberian vaksin dosis ketiga.

Hasil penelitiannya menunjukkan pemberian booster AstraZeneca kepada penerima vaksin primer AstraZeneca meningkatkan antibodi 3 kali lipat. Peningkatan antibodi ditemukan lebih tinggi ketika booster yang diberikan adalah Pfizer (25x) dan Moderna (32x).

Sementara itu, pemberian booster AstraZeneca kepada penerima vaksin primer Pfizer meningkatkan antibodi sebanyak 5 kali lipat. Lalu, pemberian vaksin Pfizer meningkatkan antibodi 8 kali lipat dan Moderna 11 kali lipat.

Perlu dicatat, antibodi yang didapat setelah dua dosis Pfizer lebih tinggi daripada dua dosis AstraZeneca. Ini pula yang membuat peningkatan antibodi terlihat lebih tinggi di penerima vaksin primer AstraZeneca.

Terakhir, penelitian untuk penerima vaksin primer Moderna dilakukan oleh Robert L. Atmar dkk. di National Institutes of Health Amerika Serikat. Penelitian yang masih berbentuk pracetak (pre-print) ini meneliti pemberian booster Moderna dan Pfizer.

Untuk pemberian vaksin booster Moderna, antibodi ditemukan meningkat 8 kali lipat. Peningkatan antibodi lebih tinggi lagi jika diberikan vaksin Pfizer, yaitu 10 kali lipat.

Sebagai catatan, tiga penelitian ini dilakukan dengan metode, sampel, dan waktu yang berbeda. Ini pula yang membuat hasil ketiga penelitian ini tidak bisa dibandingkan secara langsung. Penyajian data ini hanya diberikan sebagai referensi.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.