10 Merek Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Apple masih menjadi merek yang paling bernilai. Tahun ini, nilai brand perusahaan yang didirikan Steve Jobs tersebut mencapai US$ 355,1 miliar atau naik 35% dari tahun lalu.
Vika Azkiya Dihni
31 Maret 2022, 16:19

Perusahaan-perusahaan di sektor teknologi memiliki nilai merek (brand value) paling tinggi. Perhitungan yang dibuat Brand Directory, lembaga riset marketing, mengeluarkan “Brand Finance Global 500” tentang peringkat merek-merek paling bernilai 2022. 

Laporan tersebut menunjukkan bahwa sektor teknologi masih mendominasi peringkat perusahaan dengan merek paling bernilai di tahun 2022. Sektor ini memiliki brand value kumulatif sekitar US$ 1,3 triliun. 

Secara total terdapat 50 merek teknologi yang masuk dalam daftar. Namun, nilai merek dikuasai oleh tiga pemain besar, seperti Apple, Microsoft, dan Samsung Group. 

Merek teknologi asal Amerika Serikat, Apple masih menduduki posisi puncak dengan nilai US$ 355,1 miliar. Nilai merek dari Apple bahkan meningkat 34,8% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 263,4 miliar.

Menurut Brand Directory, pertumbuhan tersebut didorong oleh kesuksesan iPhone yang menyumbang sekitar setengahnya dari total penjualan Apple. Produk Apple lainnya yang turut berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan, yaitu iPad, iMac, MacBook, serta AirTag.

Di bawah Apple ada Amazon dan Google yang juga mencatatkan pertumbuhan yang baik. Amazon tercatat memiliki nilai merek mencapai US$ 350,27 miliar, sementara Google US$ 263,43 miliar. Keduanya sama-sama mengalami pertumbuhan 37,8% secara tahunan.

Brand Directory menyebutkan, Google sempat mengalami kerugian pada awal pandemi karena turunnya biaya iklan. Namun saat dunia menyesuaikan diri dengan new normal dan semakin banyaknya orang yang menghabiskan waktu online, pendapatan Google kembali pulih.

Sementara itu, Amazon menjadi merek paling bernilai di antara perusahaan ritel yang masuk dalam daftar ini. Adapun sektor ritel telah mengukuhkan posisinya sebagai merek paling bernilai di posisi kedua, dengan brand value kumulatif melampaui US$ 1 triliun untuk pertama kalinya.

“Teknologi tetap menjadi industri yang paling berharga, sementara ritel peringkat kedua melampaui angka US$ 1 triliun menyusul pertumbuhan nilai merek 46% selama pandemi Covid-19”, tulis laporan tersebut.

Selain Amazon, salah satu sektor ritel dengan kinerja terbaik adalah Walmart yang berada di posisi ke lima. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut memiliki nilai merek sebesar US$ 11,9 miliar atau tumbuh 20,1%.Posisi selanjutnya yaitu Samsung Group dengan nilai merek sebesar US$ 107,3 miliar atau naik 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan nilai merek samsung didorong oleh sejumlah produk baru yang diluncurkan perusahaan, termasuk untuk chip memori hingga home appliances.

Facebook menduduki peringkat berikutnya dengan nilai merek US$ 101,2 miliar, naik 24,2% secara tahunan. Diikuti oleh perusahaan perbankan ICBC, yang memiliki nilai merek US$ 7,1 miliar atau naik 3,2%.

Meskipun mendapat sanksi dari Amerika Serikat, Huawei berhasil masuk dalam daftar 10 besar merek paling bernilai di dunia dengan US$ 71,2 miliar atau tumbuh 29%. Sedangkan Verizon, satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dalam daftar ini, mengalami pertumbuhan 1,1%.

Dalam menyusun pemeringkatan tersebut, Brand Directory mengukurnya berdasarkan nominal brand value atau nilai merek dari masing-masing perusahaan. Dalam dunia bisnis, brand value menjadi salah satu indikator paling penting bagi perusahaan terutama dalam menjangkau konsumen.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.