Perusahaan Tiongkok Siap Serap Gas Blok Kasuri

Perusahaan asal Tiongkok itu akan membangun pabrik petrokimia di sekitar proyek Blok Kasuri.
Anggita Rezki Amelia
27 Maret 2018, 14:26
Blok migas
Katadata
ilustrasi

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM Arcandra Tahar menyebut sudah ada calon pembeli gas hasil produksi dari Blok Kasuri di Papua Barat. Perusahaan itu berasal dari Tiongkok.

Menurut Arcandra, yang pekan lalu berkunjung ke lokasi proyek Blok Kasuri, perusahaan asal Tiongkok yang ingin membeli gas dari Blok Kasuri itu berencana membangun pabrik petrokimia. “Ada kemungkinan yang membeli gas adalah perusahaan asal Tiongkok,” kata dia di Jakarta, Senin (26/3).

Perusahaan asal Tiongkok itu akan menyerap gas sebesar 170 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Sayangnya, Arcandra urung menyebutkan nama perusahaan tersebut, termasuk harga gas tersebut.

Yang jelas, industri petrokimia yang akan dibangun di Blok Kasuri itu akan mengolah gas bumi menjadi beberapa opsi. Pertama, mengolah gas bumi menjadi polipropilena, dan polietilena. Kedua, mengolah gas bumi menjadi metanol.

Advertisement

Kedua opsi itu nantinya akan dipilih satu tergantung lokasi pabrik petrokimia yang akan dibangun.   "Nanti tergantung lokasi pabrik petrokimianya, aksi korporasi dari siapa nanti pembeli Genting," kata Arcandra.

Selain gas, Blok Kasuri memproduksi kondensat. Nantinya, Genting Oil selaku operator Blok Kasuri akan menjual seluruh kondensatnya ke Kasim Marine Terminal di Sorong. Saat ini, Genting membangun jetty/dermaga sepanjang 5 km dari daratan menuju ke laut.

(Baca: PetroChina Incar Posisi Operator di Blok Kasuri)

Arcandra juga meminta Genting Oil untuk mengaudit biaya yang dikeluarkannya selama ini di Blok Kasuri. Nantinya SKK Migas akan menunjuk konsultan independen yang akan mengaudit biaya Genting Oil tersebut.

Meski akan melakukan proses audit, proses persetujuan proposal rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) Blok Kasuri  tetap berjalan. "Kalau ada cost yang perlu turun nanti langsung sesuaikan saja," kata Arcandra.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait