Lima Blok Migas Laku Dilelang, Negara Meraup Penerimaan Rp 359 Miliar

Dari 15 blok minyak dan gas bumi yang dilelang tahun lalu, yang laku lima.
Anggita Rezki Amelia
31 Januari 2018, 16:51
Rig
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya mengumumkan pemenang lelang blok minyak dan gas bumi (migas) tahun 2017. Dari 15 blok migas yang dilelang tahun lalu, yang laku hanya lima.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan penunjukkan pemenang lelang itu melalui proses penilaian dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Badan Geologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, dan akademisi. Indikator yang dinilai adalah komitmen pasti eksplorasi dan bonus tanda tangan. “Kami umumkan ada lima perusahaan yang memenangkan lelang wilayah kerja migas 2017," kata dia di Jakarta, Rabu (31/1).

Pemenang pertama adalah Mubadala Petroleum (SE Asia) Ltd di Blok Andaman I. Komitmen pasti Mubadala di Andaman I adalah satu kegiatan Geological & Gephysical (G&G) dan survei seismik 3 dimensi (3D) sepanjang 500 kilo meter persegi (km2). Total komitmen pastinya sebesar US$ 2,150 juta dan bonus tanda tangan US$ 750 ribu.

Kedua, konsorsium Premier Oil Far East Ltd, KrissEnergy (Andaman II) BV Mubadala Petroleum (Andaman II JSA) Ltd di Andaman II. Konsorsium ini mengalahkan Repsol Exloracion SA dan PT Energi Mega Persada Tbk.  

Advertisement

Komitmen pasti konsorsium ini di Blok Andaman II terdiri dari satu kegiatan G&G, kegiatan seismik 3D sepanjang 1.850 km2 dengan nilai US$ 7,550 juta. Kemudian bonus tandatangan sebesar US$ 1 juta.

Ketiga, PT Tansri Madjid Energi yang memenangkan lelang blok Merak-Lampung. Nilai komitmen pasti yang diberikan sebesar US$ 1,325 juta terdiri dari tiga kegiatan G&G, dan seismik 2 dimensi (2D) sepanjang 500 km. Adapun bonus tanda tangan sebesar US$ 500 ribu. 

Keempat, Saka Energi Sepinggan  memenangkan Blok Pekawai. Komitmen pastinya adalah tiga kegiatan G&G, dan pengeboran satu sumur eksplorasi dengan total nilai mencapai US$ 10,450 juta. Bonus tanda tangan yang diberikan mencapai US$ 500 ribu.

Kelima, Blok West Yamdena yang dimenangkan oleh PT Saka Energi Indonesia. Dalam hal ini komitmen pasti yang akan ditunaikan Saka terdiri dari tiga kegiatan G&G dan seismik dua dimensi (2D) sepanjang 1.000 km. Total nilai komitmen pastinya mencapai US$ 2,1 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$ 500 ribu.

Secara total komitmen pasti lima perusahaan tersebut mencapai US$ 23,575 juta dan total bonus tanda tangan US$ 3,250 juta. Alhasil jika dijumlahkan, negara berhasil memperoleh US$ 26,825 juta atau sekitar Rp 359 miliar yang masuk ke dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Ego mengatakan untuk perusahaan yang telah mememangkan lelang, diberikan waktu selama 14 hari ke depan untuk persiapan penandatanganan kontrak gross split."Penandatanganan kontrak biasanya dalam waktu dua minggu setelah mereka terima," kata dia.

Sedangkan untuk lima blok migas konvensional lainnya yang tidak laku, akan dilelang ulang. Lima blok tersebut yakni South Tuna, Kasuri III, Tongkol, East Tanimbar, Memberamo.

Kemudian, ada juga lima blok nonkonvensional yang tidak laku sama sekali. Mereka yakni Jambi I dan Jambi II, Raja, Bungawas, dan West Air Komering.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menghimbau agar perusahaan yang belum beruntung memenangkan lelang seperti Repsol di Blok Andaman II agar kembali mengikuti lelang blok migas selanjutnya. Ditargetkan lelang wilayah kerja migas tahun ini akan dibuka pertengahan Februari 2018. Sebanyak 25-40 blok migas rencananya akan dilelang pada bulan depan.

Arcandra menghimbau perusahaan lain yang juga turut hadir dalam agenda tersebut untuk bisa mengikuti lelang blok migas tahun ini. "Saya berharap di lelang selanjutnya Chevron bisa ikut," kata dia.

Arcandra mengatakan lelang blok migas kali ini sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Skema Gross split diyakini dapat meberikan efisiensi dan kemudahan berbisnis sektor hulu bagi kontraktor migas.

(Baca: Skema Gross Split Dinilai Tak Cocok untuk Blok Eksplorasi)

Namun demikian ia mengaku pemerintah tetap mendengarkan masukan dari para pemangku kepentingan terkait kebijakan sektor hulu migas di Kementerian ESDM. "Kami selalu bilang punya dua telinga untuk bisa dua kali lebih banyak mendengar daripada berbicara," kata dia.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait