Denmark Jajaki Investasi di Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Surya

Berdasarkan data Kementerian ESDM pada 2015, Indonesia memiliki potensi tenaga matahari 112 GWp dan angin 950 MW.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
29 November 2017, 13:30
Pembangkit tenaga angin
YOUTUBE
ilustrasi

Denmark tengah menjajaki peluang investasi pembangkit listrik tenaga angin dan surya di Indonesia. Penjajakan ini ditandai dengan penandantanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN dan Badan Energi Denmark dan Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berharap penandatangan itu bisa dapat ditindaklanjuti dengan investasi konkret. “Jangan hanya diskusi. Buat proposal itu menjadi nyata dan sesuai, kemudian datang ke saya untuk disetujui,,"kata dia usai menyaksikan penandatanganan MoU tersebut di Jakarta, Rabu (29/11).

Menurut Jonan, kerja sama antara PLN dan Denmark bisa saling menguntungkan. Di satu sisi, Denmark memang tengah fokus mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Bahkan 40% kapasitas pembangkit listrik di Denmark berasal dari tenaga angin.

Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi energi angin dan matahari yang besar.  Berdasarkan data Kementerian ESDM pada 2015, Indonesia memiliki potensi tenaga matahari 112 GWp. Sedangkan energi berbasis bayu atau angin memiliki potensi 950 MW.

Jonan berharap kerja sama itu juga bisa menghasilkan tarif yang murah. Apalagi di Denmark, tarif pembangkit listrik berbasis angin yang berlokasi di darat bisa di bawah US$ 4 sen per kwh. Sementara yang di lepas pantai tarifnya US$ 6 sen per kwh. "Karena saya percaya tarif EBT suatu hari akan lebih murah daripada fosil,"ujar dia.

Di tempat yang sama Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen berharap dengan kerja sama itu, bisa bertukar pikiran dengan Indonesia mengenai energi baru terbarukan. “Kami sudah berusaha keras untuk mengubah dari fosil ke energi terbarukan. Ini karena kita akan menuju energi bersih," kata dia.

(Baca: Kadin Kritik Aturan Harga Listrik Energi Baru Terbarukan)

Di tempat yang sama,  Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan pihaknya masih mengkaji lokasi potensial untuk pembangkit berbasis angin dan matahari di daerah timur Indonesia. "Ini kan masih studi. Namun tadi pak Jonan sudah bilang setelah proposal siap sampaikan ke beliau,"kata dia.

Video Pilihan

Artikel Terkait