Aturan Baru, Pengembalian Biaya Investasi Blok Habis Kontrak Dibatasi

Aturan baru ini juga menyebutkan kalau nilai pengembalian biaya investasi itu akan diperhitungkan sebagai biaya operasi kontraktor baru.
Anggita Rezki Amelia
10 Agustus 2017, 19:12
Sumur Minyak
Chevron

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membatasi pengembalian biaya investasi untuk blok minyak dan gas bumi (migas) yang akan berakhir kontraknya. Ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 47 tahun 2017, yang merupakan pengganti Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 tahun 2017.

Dalam aturan anyar ini nilai pengembalian biaya investasi paling lama lima tahun sebelum kontrak kerja sama berakhir. Pada aturan lama, nilai penggantian meliputi sisa biaya investasi yang belum dikembalikan.

(Baca: Minat Ambil Alih Blok Migas Akan Surut Akibat Penggantian Investasi)

Nilai pengembalian biaya investasi ini wajib mendapatkan verifikasi dan persetujuan dari SKK Migas. “Dalam rangka verifikasi, SKK Migas mempertimbangkan tingkat dan perkiraan produksi dari hasil investasi yang telah dilakukan,” dikutip dari aturan tersebut, Kamis (10/8).

Aturan baru ini juga menyebutkan kalau nilai pengembalian biaya investasi itu akan diperhitungkan sebagai biaya operasi kontraktor baru. Sebelumnya, hanya diperhitungkan sebagai bagian kontraktor baru.

Di sisi lain, kontraktor pemegang hak kelola blok migas yang akan berakhir kontraknya ini tidak lagi wajib menjaga kewajaran tingkat produksi migas. Namun, SKK Migas hanya mengharuskan kontraktor untuk menjaga kewajaran laju produksi migas.

Dalam rangka menjaga tingkat produksi migas tersebut, kontraktor melakukan kegiatan investasi hulu pada wilayah kerjanya. Yang dimaksud kegiatan investasi hulu adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh kontraktor dalam rangka menjaga kewajaran tingkat produksi pada akhir masa kontrak kerja sama dengan berdasarkan pada persetujuan dari SKK Migas.

(Baca: Lifting Minyak dan Gas Bumi Semester I 2017 Turun)

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada 3 Agustus 2017. Untuk kontrak yang telah ditandatangani sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini dan terdapat investasi yang belum dikembalikan, maka berlaku ketentuan dalam Peraturan Menteri ini.

Hingga setahun ke depan, setidaknya ada delapan blok migas yang akan berakhir kontraknya dan diserahkan ke PT Pertamina (Persero). Penandatangan kontrak tujuh dari delapan blok itu ditargetkan bisa terlaksana bulan ini.  "Mudah-mudahan target Agustus ini sudah selesai," kata Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM, Tunggal kepada Katadata, Selasa (8/8).

(Baca: Kontrak 7 Blok Penugasan Pertamina Ditargetkan Diteken Bulan Ini)

Adapun realisasi investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) selama enam bulan terakhir masih  US$ 3,98 miliar. Padahal target tahun ini US$ 13,80 miliar.

Video Pilihan

Artikel Terkait