Perawatan Rampung, Kilang 2 Tangguh Kembali Beroperasi

Head of Country BP Indonesia Dharmawan Samsu mengatakan perawatan ini sudah diagendakan dalam rencana produksi Kilang Tangguh tahun 2017.
Arnold Sirait
17 Mei 2017, 09:24
Blok Tangguh_bp.com_1.jpg
www.bp.com

BP Indonesia telah merampungkan perawatan fasilitas produksi Train 2 Tangguh di Papua sehingga dapat kembali beroperasi. Perawatan ini rutin dilakukan supaya kilang tersebut dapat beroperasi optimal.

Head of Country BP Indonesia Dharmawan Samsu mengatakan, perawatan ini sudah diagendakan dalam rencana produksi Kilang Tangguh tahun 2017. “Perawatan ini sudah dimulai 3 April 2017 dan selesai awal Mei,” kata dia kepada Katadata, Selasa (16/5).

(Baca: BP Mulai Hentikan Operasi Train 2 Tangguh untuk Perawatan)

Sebagai gambaran, Tangguh LNG adalah suatu kawasan pengembangan yang memiliki enam lapangan gas di wilayah Kontrak Kerja Sama (KKS) Wiriagar, Berau, dan Muturi di Teluk Bintuni, Papua Barat. Proyek Tangguh ini memiliki tiga train.

Tangguh dioperasikan oleh BP Berau Ltd sebagai kontraktor SKK Migas. BP memegang 37,16 persen saham di proyek tersebut. Pengelola lainnya adalah MI Berau B.V sebesar 16,30 persen, CNOOC Muturi Ltd  13,90 persen, Nippon Oil Exploration (Berau), Ltd 12,23 persen, KG Berau/KG Wiriagar 10,00 persen, Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc sebesar 7,35 persen, dan Talisman Wiriagar Overseas Ltd. 3,06 persen.

Berdasarkan informasi dari situs resmi BP Indonesia, sepanjang tahun lalu BP telah mengirimkan 119 kargo LNG. Jumlahnya setara dengan 117,9 kargo standar, yang mengacu pada kapasitas tanker 148.000 m3 yang digunakan BP. 

(Baca: BP Mulai Konstruksi Awal Proyek Train 3 Kilang Tangguh)

BP mengklaim jumlah penjualan kargo LNG tahun lalu merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah beroperasinya Kilang Tangguh sejak  2009 lalu. Kargo tersebut telah dikirimkan kepada para konsumen di dalam maupun luar negeri.

Dari 119 kargo, sebanyak 26 kargo untuk memasok kebutuhan dalam negeri. Pasokan LNG untuk dalam negeri ini sudah dimulai sejak 2013 dan meningkat setiap tahun. Adapun pembelinya yakni PT Nusantara Regas  sebanyak tiga kargo, PT PLN sebanyak 15 kargo, dan PT PGN LNG Indonesia sebanyak delapan kargo.

Selain untuk kebutuhan dalam negeri,  Tangguh juga telah mengirimkan 93 kargo LNG ke luar negeri. Saat ini pangsa pasarnya adalah Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan Meksiko.

(Baca: PLN Dapat Harga Lebih Murah dari LNG Tangguh untuk Proyek Jawa 1)

Sementara itu, pada kuartal I tahun 2017, BP Tangguh memproduksi gas 1.295 mmscfd. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu. Pada periode tersebut, produksi mencapai 1.349 mmscfd.

Video Pilihan

Artikel Terkait