Pemerintah Akan Wajibkan Perusahaan Sawit Bangun Pembangkit Listrik

Program mandatori khusus ini diharapkan bisa memperbaiki citra industri kelapa sawit.
Image title
15 Maret 2017, 13:56
Pembangkit Listrik
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang program mandatori khusus terkait pengolahan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) menjadi listrik. Nantinya, perusahaan kelapa sawit (PKS) wajib membangun pembangkit listrik berbahan bakar POME atau pembangkit tenaga listrik biogas (PLTB).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini akan dialirkan ke rumah-rumah penduduk perdesaan di sekitar. Bisa juga untuk keperluan operasional perusahaan. “Nantinya akan jadi obligasi pada pabrik sawit untuk mengonversi POME jadi listrik,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/3).

(Baca: Menteri Amran Bahas Dana Sawit dan Asuransi Pertanian dengan KPK)

Setiap ton tandan buah segar (TBS) akan menghasilkan sekitar 550 kilogram POME. Dari jumlah tersebut bisa memproduksi listrik minimal sebesar 1,38 gigawatt jam (GWh). Sementara untuk pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun hanya membutuhkan listrik 1,4 hingga 1,6 GWh. 

Dengan program ini, perusahaan juga akan memperoleh manfaat finansial dengan menjual listrik yang dihasilkan. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2016, pemerintah memperbolehkan badan usaha dan koperasi mengelola usaha penyediaan listrik untuk skala kecil.

(Baca: Swasta dan Koperasi Bisa Bangun Kelistrikan di Perdesaan)

Pemanfaatan limbah cair kelapa sawit ini juga sesuai dengan visi pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan sebesar 23 persen dari total energi di 2025. Apalagi selama ini POME dianggap mencemari lingkungan sebab mengandung metana dalam kadar tinggi. Itulah yang membuat pabrik kelapa sawit memiliki citra buruk sebagai perusak lingkungan.

Grafik: Bauran Energi Primer Indonesia (2016)
Bauran Energi Primer Indonesia (2016)

Dengan program mandatori khusus ini  harapannya bisa memperbaiki citra industri kelapa sawit. “Selama PKS berjalan, dia kan ada limbahnya, yang berupa cairan mengandung metana itu jadi bagus kalau dimanfaatkan, sebaliknya merusak ozon kalau dilepas ke udara,” kata Rida.

Sejak 2014, pemerintah juga sudah menjalankan proyek percontohan (pilot project) pembangkit tenaga listrik biogas (PLTB) di Kabupaten Rokan Hulu. Proyek ini dibiayai dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 28 miliar dan dana APBD Kabupaten Rokan Hulu. (Baca: Legalitas Lahan Dipertanyakan, Petani Sawit Sulit Raih Pendanaan)

Pengolahan POME dilakukan oleh pabrik PT Arya Rama Prakarsa sebesar 45 ton tandan buah segar (TBS) per hari menjadi listrik sebesar 1 megawatt (MW). PLTB tersebut diklaim mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk 1.050 kepala keluarga.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait