Sentimen Negatif Pasar Akibat Kegaduhan Politik Hanya Sementara

Kondisi politik di Indonesia begitu dinamis dan bisa mengalami perubahan
Image title
Oleh
9 Oktober 2014, 13:11
saham_obligasi
KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Kegaduhan politik yang memberi sentimen negatif kepada pasar dinilai hanya berlangsung sementara. Alasannya kondisi politik di Indonesia begitu dinamis dan bisa mengalami perubahan. 

Menurut Ekonom Universitas Indonesia Anton Gunawan, peta koalisi di parlemen tidak bisa dijadikan acuan keputusan bisnis yang bersifat jangka panjang. Pengaruh peta koalisi di parlemen perlu dipilah untuk mengukur kinerja pemerintah baru. Pasalnya, beberapa program pemerintah yang tak membutuhkan persetujuan DPR masih bisa direalisasikan. "Dampak itu akan terjadi jika membahas Undang-Undang," ujarnya kepada Katadata.

Anton yakin pergesaran peta koalisi masih memungkinkan bagi partai pemenang dalam jangka waktu 1-2 tahun ke depan. Namun ia tidak menampik suasana politik saat ini dicermati investor. "Pasti ada pengaruh meski sedikit," ujarnya.

Setelah kemarin anjlok, hari ini pasar saham mengalami rebound menguat 45,67 poin (0,92 persen) sesudah pembukaan sesi pertama di level 5.004,19. Sehari setelah pemilihan ketua MPR, IHSG ditutup melemah 1,48 persen di level 4.958,52 pada 9 Oktober 2014. Rupiah juga ikut menguat, kurs tengah BI tercatat berada di level 12.190 dibanding penutupan sebelumnya 12.241.

Advertisement

Sebelumya beberapa analis merevisi mulai merevisi perkiraan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang akan bergerak di level 5.000 pada akhir tahun, setelah sempat menembus rekor di level 5.246,48 pada 8 September lalu. Pertimbangannya, kondisi politik dalam negeri yang belum stabil bisa menurunkan ekspektasi pasar sehingga laju IHSG melemah. (Baca: Politik Gaduh, Analis Revisi Target IHSG)

Bank Indonesia menilai gaduhnya suasana politik di Indonesia mempengaruhi kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal itu ditambah dengan rencana kebijakan kenaikan suku bunga Amerika Serikat yang membuat rupiah tambah tertekan.

"Situasi politik saat ini memang sedang hangat, itu mempengaruhi confidence dari aliran modal yang masuk," ujar Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara di sela acara Trade Expo Indonesia 2014 di Jakarta, Rabu (8/10).

Hingga kuartal III/2014, aliran modal yang masuk mencapai US$ 14,5 miliar. Sama dengan Anton, Mirza menilai kekhawatiran investor dengan pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla yang akan terganjal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dianggap sebagai hal yang berlebihan. Menurut dia jika pemerintahan baru sudah terbentuk, Mirza yakin Jokowi bisa bekerjasama dengan DPR. (Baca: BI: Situasi Politik Pengaruhi Kepercayaan Investor)

Reporter: Petrus Lelyemin
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait