Perbankan Turunkan Target Bisnis

Penurunan terbesar terjadi pada dana pihak ketigayang direvisi turun 44 persen
Image title
Oleh
29 Agustus 2014, 16:56
Bank KATADATA|Arief Kamaludin
Bank KATADATA|Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ?  Perbankan mulai merevisi rencana bisnis bank (RBB) pada semester II menyusul perubahan kondisi ekonomi yang mempengaruhi kinerja dan operasional perbankan. Industri perbankan menurunkan target bisnisnya dibanding rencana awal tahun.

Penurunan terbesar terjadi pada dana pihak ketiga (DPK) yang direvisi turun 4,4 persen atau dari pertumbuhan DPK 18,32 persen menjadi 13,92 persen. Sedangkan total aset turun 2,62 persen dari perkiraan awal tahun yang tumbuh 16,06 persen direvisi menjadi 13,44 persen. Sedangkan total kredit turun tipis 0,88 persen dari pertumbuhan 17,35 persen menjadi 16,47 persen.

Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Gandjar Mustika menyebutkan beberapa faktor yang membuat perbankan mengurangi target bisnisnya yaitu koreksi pertumbuhan ekonomi. Faktor yang lain, kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) yang mengakibatkan bank harus menyalurkan kredit dengan dana lebih mahal. Kewajiban pemenuhan modal inti yang berdampak penyesuaian proyeksi keuangan. Faktor lainnya, penyesuaian strategis bisnis dan peluncuran produk atau aktivitas baru.

"Koreksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebagai mitra dagang utama kita, pengetatat likuiditas global akibat rencana kenaikan suku bunga The Fed, ini merupakan faktor-faktor yang ikut mendorong itu," tutur Gandjar di Jakarta, Jumat 29 Agustus 2014.

Penurunan aset terbesar terjadi pada bank golongan Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 3 yaitu turun 3,47 persen dari target 14,13 persen di awal tahun menjadi 10,67 persen. Sedangkan penurunan target kredit paling besar terjadi pada golongan BUKU 1 yang turun 2,05 persen dari 27,47 persen menjadi 25,41 persen.

Untuk total aset dana pihak ketiga, penurunan terbesar terjadi pada bank golongan BUKU 2 yang diperkirakan turun hingga 6,79 persen dari 25,01 persen menjadi 18,22 persen. Ketatnya likuiditas juga membuat bank-bank besar (BUKU 4) harus menurunkan target DPK sebesar 4,77 persen dari 18,45 persen menjadi 13,68 persen.

Sebagai informasi, Bank Indonesia mengelompokkan industri bank berdasarkan modal inti dalam empat kelompok usaha. Pertama, BUKU 1 yaitu bank dengan modal inti kurang dari Rp 1 triliun. Kedua, BUKU 2 yaitu bank dengan modal inti Rp1 Triliun sampai dengan kurang dari Rp 5 Triliun. Ketiga, BUKU 3 bank dengan modal inti Rp 5 Triliun sampai dengan kurang dari Rp 30 triliun. Dan keempat, BUKU 4 yaitu bank dengan modal inti di atas Rp 30 Triliun.

Reporter: Petrus Lelyemin
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait