Chairul Tanjung Bantah Mundurnya Karen Akibat Tekanan Politik

Badan Usaha Milik Negara BUMN selama ini kerap menghadapi tekanan politikbaik dari pemerintah maupun DPR
Image title
Oleh
20 Agustus 2014, 12:25
Chairul Tanjung KATADATA | Arief Kamaludin
Chairul Tanjung KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung membantah mundurnya Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dikarenakan adanya tekanan dari pemerintah. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini kerap menghadapi tekanan politik baik dari pemerintah maupun DPR.

"Tidak ada tekanan apapun hal-hal yang terkait dengan masalah Pertamina, apalagi dikaitkan dengan hal berbau politik atau kebijakan ekonomi," ujar Chairul di kantornya, Jakarta Rabu 20 Agustus 2014.

Tekanan yang dimaksud yaitu rencana aksi korporasi Pertamina yang akan menaikkan harga tabung elpiji non subsidi ukuran 12 kilogram yang sempat diperdebatkan pemerintah. Chairul menyatakan pemerintah pada prinsipnya menyepakati rencana Pertamina, sehingga tak tepat jika rencana itu dikaitkan dengan pengunduran diri Karen. (Baca: Pengamat Sayangkan Pengunduran Diri Karen)

Chairul mengatakan Pertamina telah mengirim surat terkait rencana kenaikan harga LPG non subsidi itu kepada presiden pada 8 Agustus lalu dalam rapat kabinet di Cipanas. "Namun mengenai besaran kenaikan maupun waktunya, itu harus melalui rapat konsultasi yang dilakukan Pertamina.

Dia mengungkapkan, pihak Pertamina telah mengirim surat terkait rencana kenaikan harga LPG nonsubsidi itu. Surat tersebut, tambahnya, telah disampaikan langsung kepada presiden pada 8 Agustus lalu dalam rapat kabinet di Cipanas.

"Namun mengenai besaran maupun waktunya, itu harus melalui rapat konsultasi yang dilakukan pertamina dengan pemerintah yang rencananya akan kita lakukan secepatnya," kata dia. 

Karen sendiri masih berada di Vietnam, dan baru bisa menemui media setelah tiba, Jumat 22 Agustus 2014 nanti.

Petrus Lelyemin

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait