Izin Ekspor Freeport Bisa Dicabut Jika Kinerjanya Memburuk

Hari ini Freeport mengekspor konsentrat tembaga ke China dengan kuota 10 ribu dry metric ton DMT
Image title
Oleh
7 Agustus 2014, 14:49
tambang freeport
www.npr.org
www.ptfi.co.id

KATADATA ? Pemerintah bisa menghentikan izin ekspor PT Freeport Indonesia sewaktu-waktu jika kinerja perusahaan asal Amerika itu dinilai memburuk. Pemerintah mengawasi kinerja Freeport setiap enam bulan sekali. Jika konsentrat yang diekspor tak sampai 60 persen, maka ijin itu dihentikan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar mengatakan sekalipun Freeport telah mengantongi izin ekspor. Hal ini sebagai bentuk komitmen Freeport dengan pemerintah yang tercantum dalam renegosiasi kontrak. Jika kinerja Freeport memburuk sehingga izin ekspornya dicabut, maka Freeport harus memperbaiki kinerjanya terlebih dahulu.
"Freeport perbaiki dulu. Jika produksinya tidak bagus, kami tidak kasih (ekspor)," ujar Sukhyar di Kementerian ESDM, Kamis, 7 Agustus 2014.

Menurut Sukhyar hari ini Freeport mengekspor konsentrat tembaga ke China dengan kuota 10 ribu dry metric ton (DMT). Kuota ekspor Freeport tahun ini mencapai 756.300 ton konsentrat tembaga dengan nilai US$ 1,56 miliar. Sedangkan 523.000 ton diolah di dalam negeri.

"Sebanyak 523.000 ton bagi kebutuhan domestik dalam hal ini untuk PT Smelting Gresik," kata dia.

Sebelumnya, akibat dari belum adanya ijin ekspor, Freeport Indonesia menerapkan perubahan operasi untuk menyelaraskan produksi konsentrat dengan rencana operasi PT Smelting. Tingkat penggilingan bijih tembaga Freeport Indonesia rata-rata hanya 102.900 metrik ton bijih per hari pada kuartal kedua 2014. Sedangkan rata-rata penggilingan pada semester I-2014 sebesar 110.400 metrik ton bijih per hari.

Rata-rata produksi tersebut kira-kira hanya setengah dari produksi normal. Akibatnya terdapat penangguhan produksi sekitar 150 juta pon tembaga dan 240 ribu ons emas di kuartal kedua 2014 dan 275 juta pound tembaga dan 380 ribu ons emas untuk enam bulan pertama 2014.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait