Indeks Berpotensi Menguat

Pergerakan IHSGsetelah libur lebaran diperkirakan terpengaruh bursa saham global
Image title
Oleh
4 Agustus 2014, 08:37
bursa-saham-indonesia-2.jpg
KATADATA/
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah libur lebaran diperkirakan terpengaruh bursa saham global. Meski begitu, masih ada potensi IHSG mengalami penguatan seiring dengan akan dirilisnya data ekonomi makro.

William Surya Wijaya, analis Indosurya Securities, mengatakan IHSG akan berada di rentang 5.054-5.165. ?Capital inflow masih akan masuk. Rilis ekonomi juga disinyalir akan stabil sehingga kondisi makro masih bisa terjaga. Itu yang akan membuat IHSG naik,? ujarnya di Jakarta, Senin (4/8).

Selain itu, rilis kinerja beberapa emiten yang didominasi oleh pertumbuhan yang cukup stabil juga akan membantu penguatan IHSG. ?Rilis emiten yang bagus ini, akan menggerakkan IHSG dalam beberapa waktu mendatang,? tuturnya.

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities, menuturkan perlu diperhatikan pula imbas sell off bursa saham global. Seperti bursa saham Amerika Serikat (AS) yang ditutup negatif pada pekan lalu karena pelemahan kinerja Amazon.com Inc. dan Visa Inc.

Selain itu, sentimen negatif dari Argentina dan Portugal yang berpotensi mengalami gagal bayar utang luar negeri . Gagal bayar tersebut dikhawatirkan berimbas pada kreditor lainnya. ?Yang tadinya berekspektasi positif karena suku bunga The Fed ditahan, ternyata jadinya tetap merah,? jelas dia.

Reza memperkirakan perdagangan hari ini, IHSG akan berada pada rentang support 5.045-5.064 dan resisten 5.102-5.115. Juga karena dana asing yang terus masuk, dengan nett buy asing tercatat Rp 1,06 triliun pekan lalu. Meski lebih rendah dibanding pekan sebelumnya sebesar Rp 2,51 triliun.

?Kalau investor domestik mencatatkan nett sell karena kebutuhan cash investor saat lebaran tinggi,? kata Reza.

Pelemahan yang terjadi jelang lebaran pekan lalu, lanjutnya, seharusnya menjadi pertimbangan investor untuk mengakumulasi saham dengan asumsi rilis ekonomi yang baik.

Meski demikian, pelaku pasar juga masih akan menahan diri mencermati langkah Prabowo-Hatta mengajukan keberatan hasil pemilihan presiden (pilpres) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia pun memprediksi rupiah akan berada dibawah Rp 11.591 per dolar AS.

?Juga karena beredar spekulasi kalau defisit neraca perdagangan masih akan membesar,? tutur Reza.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait