Target Ekonomi Prabowo vs Jokowi, Siapa Ambisius?

Prabowo andalkan infrastruktur besarbesaran dan menekan kebocoran Jokowi prioritaskan pangkas perizinan efisiensi APBN dan infrastruktur
Image title
Oleh
18 Juni 2014, 11:42

KATADATA - Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjanjikan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen guna mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Bahkan, target yang dipatok oleh pasangan Prabowo-Hatta mencapai 7-10 persen, melebihi target pasangan Jokowi-Kalla.

Untuk mewujudkan target pertumbuhan tersebut, masing-masing pasangan memiliki strategi andalan. Prabowo membangun infrastruktur besar-besaran dan membangun kawasan ekonomi khusus terintegrasi, menaikkan rasio belanja negara, serta menekan kebocoran kekayaan negara hingga Rp 1.100 triliun. Dengan menekan kebocoran, dana yang bisa digunakan untuk pembangunan bisa meningkat lebih besar.

Sedangkan, Jokowi menjanjikan program yang sudah pernah dikerjakan saat menjabat Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta untuk diterapkan di tingkat nasional. Di antaranya adalah menerapkan layanan satu atap dan memangkas perizinan bisnis, penerapan transaparansi anggaran untuk efisiensi dan mendongkrak belanja negara. Di sektor infrastruktur, meski targetnya tidak sebesar Prabowo, Jokowi akan menggenjot pembangunan infrastruktur, sekaligus membangun kawasan ekonomi khusus.

Menurut Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, melihat strategi dan target yang diusung oleh kedua capres, target yang disampaikan oleh Jokowi masih lebih realistis ketimbang yang diajukan oleh Prabowo.

Reporter: Leafy Anjangi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.