Aksi Jual Investor Asing, Bursa Saham Melemah

Penulis:

Editor:

10/6/2013, 10.10 WIB

Aksi jual oleh investor asing memicu pelemahan indeks harga saham gabungan IHSG di bursa efek Indonesia pada awal pekan ini

bursa-saham-indonesia.jpg
KATADATA/
KATADATA

KATADATA ? Aksi jual oleh investor asing memicu pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia pada awal pekan ini. Dalam transaksi hari ini, IHSG terkoreksi 87 poin menuju level 4,777.

Data harian bursa efek Indonesia menyebutkan investor asing melakukan transaksi jual hingga mencapai Rp 4 triliun, sedangkan nilai pembelian mencapai Rp 2,77 triliun. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 1,2 triliun.

Menurut riset etrading, secara teknikal pelemahan IHSG masih akan berlanjut sampai esok hari. Bila dilihat dari indikator MACD yang menghasilkan sinyal bearish, IHSG berpeluang pada level support 4,700 dan resistance 4,900.

Pelemahan tersebut juga didorong oleh nilai tukar rupiah yang menembus level 10,087 per dolar AS. Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 964 miliar.

Hari ini, BEI mencatat jumlah transaksi perdagangan sebanyak 10.6 juta lot atau setara dengan Rp 7.2 triliun. Tercatat sebanyak 68 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 77 saham tidak mengalami perubahan dan 119 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham paling likuid dengan tingkat kapitalisasi cukup besar adalah PWON, ASRI, TRAM, BSDE, LPKR dan SUGI.

Penurunan IHSG beberapa hari ini diperkirakan sebagai imbas dari aksi ambil untung investor di tengah membaiknya kondisi bursa regional di Asia.

IHSG tercatat pernah berada pada level 5,214 pada 20 Mei 2013 yang merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah. Namun year to date, IHSG masih mencatat return tertinggi untuk wilayah Asean, setelah indeks Philipina.

Saham-saham yang menempati top gainers antara lain PGAS (+1.87 persen), ASII (+0.74 persen), SMGR (+1.24 persen), AALI (+3.23 persen), dan INCO (+3.03 persen). Sedang saham-saham top losers antara lain TLKM (-4.55 persen), UNVR (-4.15 persen), BMRI (-3.72 persen), dan BBCA  (-1.56 persen).

Sektor yang mengalami kenaikan adalah agribisnis sebesar 1.59 persen. Sedangkan, sebagian besar sektor lainnya mengalami pelemahan, yakni sektor industri dasar (-0.06 persen), sektor konstruksi dan properti (-2.72 persen), konsumer (-2.68 persen),  finansial (-1.49 persen), infrastruktur (-2.09 persen), pertambangan (-1.24 persen), dan perdagangan (-3.87 persen).

Reporter: Agus Dwi Darmawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan