LPS dan Bank Mutiara Hitung Besaran Suntikan Modal

Penulis:

Editor:

20/12/2013, 00.00 WIB

Lembaga Penjamin Simpanan LPS dan Bank Mutiara masih menghitung kebutuhan modal yang diperlukan untuk mencapai rasio kecukupan modal Capital Adequacy Ratio CAR sebesar 14 persenBantuannya antara Rp 115 triliun tengah dihitung

2437.jpg
Arief Kamaludin | KATADATA
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Mutiara masih menghitung kebutuhan modal yang diperlukan untuk mencapai rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/ CAR) sebesar 14 persen.

"Bantuannya antara Rp 1-1,5 triliun tengah dihitung. Besaran tepatnya baru diputuskan setelah perhitungan. Setelah ditambah CAR mungkin lebih dari 14 persen" ujar Sekretaris Perusahaan Bank Mutiara Rohan Hafas di Jakarta, Jumat (20/12).

Tambahan modal itu digunakan untuk menambal kredit macet yang ditinggalkan pemilik lama yaitu Robert Tantular, sebanyak lima perusahaan senilai Rp 600 miliar. Selain itu kebutuhan modal itu untuk ekspansi dan pemenuhan persyaratan Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP) sebesar 14 persen.

Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho mengatakan suntikan modal itu akan ditransfer pada Senin, 23 Desember 2013. Ia menjelaskan penambahan modal Bank Mutiara itu bukan berasal dari APBN, namun menggunakan dana premi perbankan yang dihimpun LPS.

Saat ini pekerjaan rumah yang harus dilakukan manajemen Bank Mutiara yaitu membereskan kredit macet. Terutama peninggalan para debitor bermasalah dari manajemen sebelumnya. Samsu mengakui setelah dipegang manajemen baru, Bank Mutiara menjadi berkembang. Dana pihak ketiga meningkat sehingga modal juga harus ikut naik. "CAR naik untuk memenuhi ekspansi bank ini," tuturnya.

Sesuai dengan mandat Undang Undang, LPS tetap akan menjual Bank Mutiara pada 2014. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ke lima setelah pengambilalihan pada 2008 LPS akan dijual dengan harga terbaik, tak mengacu lagi sesuai dengan dana yang dikeluarkan LPS. LPS akan menghitung terlebih dahulu harga perkiraan sebelum membuka proses penjualan Bank Mutiara. "Kita berharap harga optimal dari pasar bagus," ujar Samsu.

Reporter: Desy Setyowati dan Nur Farida Ahniar

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan