Pasar utama bagi produk perikanan Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang dan Cina.
Ikan
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pasang target ekspor produk perikanan sebesar US$ 7,62 miliar pada tahun depan. Nilai ini hampir dua kali lipat dari capaian ekspor dari bulan Januari sampai November 2016 sebesar US$ 3,78 miliar dengan volume ikan sebanyak 978,33 ribu ton.

“Kami harapannya ke depan semakin besar seperti perikanan di negara-negara lain. Tren ekspor dari tahun 2012 sampai 2016 kita menunjukan peningkatan,” kata Direktur Jenderal ‎Pengu‎atan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo di Jakarta, Jumat (30/12/2016)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Nilanto menyebutkan, pada periode Januari-November 2016 nilai ekspor produk perikanan US$ 3,78 miliar, naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 3,6 miliar. Sementara jika dilihat volumenya, selama 11 bulan pertama tahun ini ekspor produk perikanan mencapai 978 ribu ton, naik dari 975 ribu ton pada 2015.

(Baca juga: Investasi Kelautan dan Perikanan Capai Rp 9,16 Triliun)

Sebelumnya, kinerja ekspor perikanan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2014 yakni 1,16  juta ton dengan nilai US$ 4,23 miliar. Jika merujuk ke data dari tahun 2012 sampai tahun 2016 maka kinerja ekspor perikanan naik 2,43 persen.

Adapun pasar ekspor utama produk perikanan yang terbesar pada 2016 adalah Amerika Serikat dengan US$ 1,46 juta. Nilai ini mengalami peningkatan 8,77 persen dari tahun 2015 yakni US$ 1,34 juta.

Di peringkat kedua ditempati oleh Jepang dengan US$ 574 juta atau sedikit turun dibanding tahun 2015 sebesar US$ 575 juta. Pasar lain yang mengalami peningkatan adalah Cina dengan nilai ekspor mencapai US$ 479 juta atau naik 9,38 persen dibanding tahun 2015.

(Baca juga: Sertifikat Diakui, Ekspor Budidaya Ikan 2017 Diharapkan Naik)

Ekspor produk perikanan juga meningkat ke kawasan ASEAN dengan total nilai transaksi sebesar $ 497 juta atau meningkat 6,45 persen dibanding tahun 2015. Sementara itu untuk Uni Eropa nilai ekspor mengalami penurunan sebesar 0,94 persen dari $ 373 juta pada 2015 ke $ 370 juta pada 2016.

Nilanto mengatakan untuk mencapai target ekspor tahun 2017, KKP telah menyiapkan beberapa langkah. Di antaranya dengan menggelar lima pameran internasional di Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Belgia, dan Dubai.

(Baca juga: Target Perikanan Budidaya Tak Tercapai, Pemerintah Salahkan Cuaca)

Muhammad Firman
Artikel Terkait
Premi asuransi budidaya udang dibayarkan 100% oleh pemerintah.
“Pabrik surimi juga belum menemukan jenis ikan lainnya yang secara teknis dan ekonomis layak untuk digunakan sebagai bahan baku,” kata Budhi
Porsi ekspor Indonesia ke negara ASEAN masih rendah, yaitu hanya 12,5%. Porsi tersebut kalah dari Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.