Sirkuit MotoGP Mandalika Ditargetkan Rampung pada 2019

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

18/5/2017, 07.00 WIB

Seperti di Monaco dan Singapura, sirkuit MotoGP Mandalika rencananya juga akan menggunakan lintasan jalan umum.

Wisata pantai
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Wisatawan di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (24/2/2017). Di pulau ini akan dibangun sirkuit MotoGP.

Indonesia Tourism Development Corporation (lTDC) akan membangun sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Proyek yang digarap bersama perusahaan konstruksi Prancis Vinci Construction itu ditargetkan rampung pada 2019 mendatang.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer mengatakan, sirkuit tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 120 hektare. Sementara dana yang telah disiapkan untuk studi terkait pembangunan proyek tersebut mencapai US$ 500 juta.

(Baca juga: Jonan Dapat Masukan Kunci Sukses Meksiko Menarik Investasi Migas)

Seperti di Monaco dan Singapura, sirkuit MotoGP Mandalika rencananya juga akan menggunakan lintasan jalan umum. "Mudah-mudahan MotoGP jadi destinasi kami," katanya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/5).

Abdulbar mengatakan, secara total KEK Mandalika saat ini siap menampung investasi senilai Rp 7 triliun. Selain dari proyek sirkuit, investasi lainnya berasal dari sektor perhotelan. ITDC menargetkan 1.500 kamar hotel di kawasan itu telah siap huni pada 2019-2020 mendatang

Di antaranya senilai Rp 2 triliun dari komitmen nota kesepahaman dengan beberapa investor yakni Sky Wealth dari Malaysia. Lalu ada pula tiga investor lokal yaitu PT Bangun Megatama Wisata, PT Metro Lestari Utama, serta PT Alam Hijau Permata.

(Baca juga: IHSG Loyo, Investor Menanti Peringkat Utang Indonesia dari S&P)

Selain Mandalika, saat ini ada 10 KEK lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Kesepuluh kawasan tersebut adalah KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Sorong, KEK Morotai, KEK Bitung, KEK Palu, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Api-Api, KEK Sei Mangkei, dan KEK Arun Lhokseumawe.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, di antara KEK itu sudah ada yang mulai operasional tapi ada juga yang belum. “Kami percaya dengan kekhasan dan kekhususan yang dimiliki setiap kawasan dan insentif yang diberikan pemerintah, itu akan cukup menarik minat investasi,” ujarnya.

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan