Pertamina Selesaikan Pengeboran Tujuh Sumur di Blok Mahakam

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

10/10/2017, 12.19 WIB

"Jadi sudah selesai tujuh, saat ini sedang mengebor sumur kedelapan," kata Meidawati.

BLOK MAHAKAM
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja beraktivitas di RIG Maera saat pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah ke

PT Pertamina (Persero) berhasil menyelesaikan pengeboran tujuh sumur yang dibiayainya di Blok Mahakam. Kegiatan pengeboran ini tujuannya untuk mempertahankan agar produksi minyak dan gas bumi (migas) di blok tersebut tidak turun ketika beralih pengelola setelah kontrak berakhir.

Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation Pertamina Meidawati mengatakan tujuh sumur tersebut sudah selesai dibor per September lalu. "Jadi sudah selesai tujuh, saat ini sedang mengebor sumur kedelapan," kata dia kepada Katadata, Minggu (8/10).

Pengeboran sumur di Blok Mahakam dengan biaya  Pertamina itu telah dimulai sejak 16 Juli 2017 lalu. Targetnya sampai akhir tahun bisa selesai 17 sumur. Jumlah ini meningkat dari target awal yang sudah ditentukan, yakni 14 hingga 15 sumur.

Meidawati di lain kesempatan pernah mengatakan, penambahan kegiatan pengeboran itu mempertimbangkan biaya dan waktu. Meski belum mau menyebutkan jumlah biaya yang akan dikeluarkan Pertamina, Meidawati mengatakan biaya pengeboran untuk tambahan dua sumur itu lebih murah. 

Adapun pengeboran sumur tersebut dilakukan di tiga lapangan utama Blok Mahakam yakni  Lapangan Tunu, Tambora, dan Handil di Blok Mahakam.  Dengan pengeboran ini harapannya produksi tetap terjaga sampai kontrak beralih mulai awal tahun depan.

Kontrak Blok Mahakam memang akan berakhir 31 Desember 2017. Setelah kontrak berakhir, Pertamina akan mengelola blok tersebut 100%. Namun, perusahaan pelat merah itu bisa membagi hak kelola itu kepada pemerintah atau kontraktor yang sebelumnya sudah ada yakni Total E&P Indonesia, serta Inpex Corporation.

Dari data SKK Migas, sepanjang semester I 2017, produksi gas di Blok Mahakam mencapai 1.504 juta kaki kubik per hari  (mmscfd) atau 105% di atas target rencana kerja dan anggaran tahun 2017. Produksi minyak juga 103% lebih tinggi dari target mencapai 55.100 barel per hari (bph).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan