Pertamina Siap Bermitra dengan Operator Lama Asal Tak Langgar UU

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

3/11/2017, 14.10 WIB

“Bentuk manajemen seperti apa pemerintah yang menentukan, asal tidak melanggar UU. Untuk joint operator tidak ada di UU Nomor 22 tahun 2001,” kata Syamsu.

Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Pertamina (Persero) siap bermitra dengan kontraktor lama di empat blok minyak dan gas bumi (migas) penugasan, Sanga-sanga, South East Sumatera, Ogan Komering dan Tuban. Namun, perusahaan pelat merah ini mengingatkan agar pemerintah tidak menggunakan skema operator bersama karena tidak diatur dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan perusahaannya sudah menyerahkan proposal untuk mengelola empat blok tersebut setelah kontraknya berakhir di 2018. Namun, keputusan pengelolaan  tersebut diserahkan ke pemerintah.

Selain itu, Pertamina menyerahkan keputusan menjadi operator blok tersebut kepada pemerintah."Jadi kami prinsipnya siap ber-partner. Bentuk kerjasamanya kayak apa kami serahkan ke pemerintah, kan perlu juga bermitra untuk sharing risk di situ," kata Syamsu di Jakarta, Jumat (3/11).

Meski belum ada keputusan, menurut Syamsu, pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan skema pengelolaan blok migas tersebut, khususnya penentuan operator. Jangan sampai opsi yang diambil pemerintah melanggar peraturan yang ada.

Salah satu contohnya adalah skema operator bersama. Syamsu mengatakan skema itu dilarang Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas. “Bentuk manajemen seperti apa pemerintah yang menentukan, asal tidak melanggar UU. Untuk joint operator itu tidak ada di UU Nomor 22 tahun 2001,” kata dia.

Di sisi lain, pemerintah memang saat ini masih mengevaluasi blok penugasan yang akan berakhir kontraknya. Rencananya 17 November 2017 nanti sudah ada keputusan mengenai pengelolaan blok tersebut.

Evaluasi ini dilakukan karena beberapa kontraktor lama juga berminat mengelola blok tersebut. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial pernah mengatakan Pertamina dan kontraktor eksisting di empat blok tersebut bisa saja untuk melakukan joint operator atau operasi bersama. 

(Baca: Pertamina dan Kontraktor Lama Berebut Jadi Operator di 4 Blok Migas)

Yang jelas yang menjadi fokus pemerintah adalah produksi. "Pemerintah ingin jangan sampai produksi turun, jangan sampai biaya tinggi. Pertamina juga senang kan kalau ada yang lebih baik daripada dia. Artinya gini, bisa dia (kontraktor eksisting) joint sama Pertamina," kata Ego beberapa waktu lalu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan