Laba Emiten Bertumbuh, IHSG Diprediksi Naik 10% pada 2018

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Pingit Aria

23/11/2017, 17.26 WIB

Selain saham, pasar obligasi juga diprediksi tumbuh positif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren kenaikannya pada tahun 2018. Emiten yang ada pun akan melanjutkan kinerja positifnya, terutama didukung oleh sektor infrastruktur dan telekomunikasi. 

Direktur and Head of Equity BNP Paribas Aliyahdin Saugi menjelaskan, pihaknya tetap berekspektasi laba emiten yang ada bisa tumbuh sebesar 10-12% tahun 2018.  Hal ini tentunya berpengaruh positif terhadap laju IHSG secara keseluruhan.

"Kami masih lihat indeks bisa tumbuh 10% sesuai kenaikan laba emiten," ujar Aliyahdin di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Kamis (23/11).

Aliyahdin merinci, beberapa sektor yang akan mendukung laju IHSG adalah Telekomunikasi, infrastruktur dan konsumer. Di sektor telekomunikasi, menurutnya masih akan mengalami peningkatan kinerja walaupun persaingannya akan meningkat. Alasannya, kebutuhan akan industri telekomunikasi ke depan masih cukup besar.

(Baca juga: Rencana Minna Padi Akuisisi Bank Muamalat Terjegal Urusan dengan OJK)

Sementara di sektor infrastruktur, proyek-proyek pemerintah masih akan mendongkrak kontrak proyek emiten sektor tersebut, utamanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, beban utang di konstruksi dinilai masih cukup tinggi, sehingga investor harus hati-hati mensiasatinya.

Ketiga, sektor konsumer pun masih akan menunjukan pertumbuhan yang positif, terutama di perbankan karena pertumbuhan kredit yang semakin membaik. "Tingginya tingkat likuiditas juga akan mendorong pertumbuhan sektor konsumer," ujarnya.

Aliyahdin menjelaskan, walaupun memasuki tahun politik, tetapi pertumbuhan tak akan terganggu. Alasannya, akan banyak belanja yang dilakukan masyarakat yang mendorong kinerja emiten dan berpengaruh pada pergerakan IHSG. Meski, ada kecenderungan investor akan sedikit menahan investasinya hingga Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) selesai.

"Tahun-tahun pemilu indeks justru naik karena ada impact kenaikan 0.1-0.2% di tahun pemilu," ujarnya. (Baca juga:  Pertama Sejak Berdiri, Obligasi PT KAI Rp 2 Triliun Diserbu Investor)

Sementara Presiden Direktur BNP Paribas Vivian Secakusuma memprediksi pasar obligasi akan turut tumbuh. Menurutnya, di tahun 2018, inflasi dan neraca perdagangan akan terkendali sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini berpengaruh terhadap kinerja emiten yanga da.

Namun, dirinya mengatakan, volatilitas masih akan terjadi di pasar obligasi. "Tapi yang penting pada saat beli produk tertentu, disesuaikan dengan risiko dari produk masing-masing," ujarnya.

Reporter: Miftah Ardhian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan