Presiden Belum Tunjuk Dirjen Pajak Baru

Penulis: Martha Ruth Thertina

23/11/2017, 14.40 WIB

“Tidak benar, sampai saat ini belum ada penunjukan Dirjen Pajak yang baru,” kata Juru Bicara Presiden Johan Budi.

jokowi
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Pihak Istana menyatakan belum ada penunjukan Direktur Jenderal Pajak baru pengganti Ken Dwijugiasteadi yang segera pensiun. Pernyataan tersebut meluruskan informasi yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menyetujui Robert Pakpahan sebagai Dirjen Pajak.

Juru Bicara Presiden Johan Budi menjelaskan, proses penilaian kandidat belum berlangsung. “Tidak benar, sampai saat ini belum ada penunjukan Dirjen Pajak yang baru. Proses di TPA (Tim Penilai Akhir) masih belum dilakukan,” kata dia kepada Katadata, Kamis (23/11).

Adapun Robert Pakpahan masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Sebelum nama Robert mencuat, beredar sederet nama pejabat yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat. (Baca juga: Sederet Nama Masuk Radar Kandidat Dirjen Pajak Baru)

Setidaknya ada empat nama dari internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mencuat yaitu Hadiyanto yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Kemenkeu; Suryo Utomo Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Kepatuhan Pajak; Awan Nurmawan Nuh Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak; dan Inspektur Jenderal Kemenkeu Ismayati.

Selain itu, muncul juga dugaan ada pejabat eselon II di internal Ditjen Pajak yang berpeluang jadi kandidat.  Sementara itu, pejabat dari luar Kemenkeu yang santer diperbincangkan yaitu Amien Sunaryadi, mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini menjabat Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Siapapun yang menjabat Dirjen Pajak bakal mengemban tugas berat mengawal penerimaan pajak. Hingga akhir Oktober lalu, penerimaan pajak baru mencapai sekitar 68% dari target tahun ini yang sebesar Rp 1.283,6 triliun.

Tahun depan, tantangan kian berat lantaran target penerimaan perpajakan dipatok naik hampir 10% dari target tahun ini. (Baca juga: Sri Mulyani Akui Butuh Kerja Keras Kejar Target Penerimaan Pajak 2018)

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan