Pertamina Tes Pasar Produk Baru Elpiji 3 Kg Nonsubsidi

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

27/11/2017, 17.44 WIB

“Sasarannya lebih kurang 500 responden di wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” kata External Communication Manager Pertamina, Arya Dwi.

gas lpg
ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf
Pekerja mengisi truk tangki LPG di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (28/7).

PT Pertamina (Persero) tengah melakukan uji pasar (market trial) produk elpiji (Liquefied Petroleum Gas/LPG) yang baru. Produk bernama Bright Gas ini merupakan jenis nonsubsidi dengan berat per tabung 3 kilogram (kg).

External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan uji pasar itu dilakukan selama empat bulan ke depan sejak 26 November 2017. Adapun lokasi uji pasar itu meliputi Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. 

Namun Arya masih merahasiakan harga jual produk baru tersebut. “Sasarannya lebih kurang 500 responden di wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (27/11)

Warna tabung produk baru ini nantinya mirip seperti Bright Gas ukuran 5,5 kg yakni merah muda. Adapun bentuk dan ukuran tabung masih sama dengan yang subsidi 3 kg atau yang sering disebut masyarakat  elpiji melon.

Menurut Arya ada beberapa alasan Pertamina mengeluarkan produk Bright Gas 3 kg tersebut. Salah satunya untuk mengakomodir tingginya minat masyarakat menggunakan  produk Bright Gas 5,5Kg yang saat ini sudah ada di pasaran.

Arya juga berharap dengan uji pasar ini, masyarakat bisa menerima produk baru yang akan dikeluarkan Pertamina. "Ini mendorong Pertamina memberikan varian ukuran dari Bright Gas yakni kemasan 3 Kg," kata dia.

Di sisi lain, saat ini bisnis elpiji juga kedatangan pemain baru yakni PT Sierra Nusa Gas yang merupakan perusahaan afiliasi PT Vivo Energi Indonesia. Produk yang dijual yakni jenis 4,5 kilogram (kg), 8 kg, 15 kg dan 60 kg. 

(Baca: Sierra Nusa Gas Siap Ramaikan Bisnis Elpiji di Indonesia)

Adapun harga elpiji per tabung untuk 4,5 kg sampai ke konsumen akhir mencapai Rp 25.500. Kemudian 8 kg Rp 56.000. Untuk 15 kg mencapai Rp 110 ribu dan 69 kg harganya Rp 460 ribu. “Itu harga di luar tabung. Konsepnya kami tidak memberatkan masyarakat," ujar Corporate Communication Vivo Energy Indonesia Maldi Al-Jufrie di Jakarta, Jumat (24/11). 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan