ConocoPhillips Selesaikan Survei Seismik di Blok Kualakurun

Penulis: Arnold Sirait

18/12/2017, 18.21 WIB

“Survei sepanjang 700 kilometer (km) ini bisa selesai tanpa ada gangguan,” kata Joang.

Stand pameran ConocoPhillips
Arief Kamaludin|KATADATA

Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Amerika Serikat, ConocoPhillips telah menyelesaikan survei seismik di blok Kualakurun, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari komitmen pasti terhadap blok tersebut.

Vice President Development and Relations ConocoPhillips Joang Laksanto mengatakan survei 2D (dua dimensi) tersebut dilakukan sejak akhir 2016 dan selesai Oktober 2017 lalu. “Survei sepanjang 700 kilometer (km) ini bisa selesai tanpa ada gangguan,” kata dia kepada Katadata.co.id, akhir pekan lalu.

Menurut Joang, survei ini bisa dilakukan karena ConocoPhillips telah melakukan beberapa pendekatan terhadap pemerintah daerah. Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan universitas lokal untuk memetakan beberapa pemangku adat di daerah.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini juga menggunakan pekerja lokal untuk melakukan ini. “Sehingga tidak ada hambatan dari orang lokal,” ujar Joang.

Setelah menyelesaikan kegiatan seismik di lapangan, kini ConocoPhillips sedang mempelajarinya. Studi survei seismik ini diperkirakan memakan waktu satu hingga dua tahun. Namun, ini masih sesuai dengan target waktu perusahaan untuk melakukan eksplorasi tiga tahun pertama.

Hasil studi ini nantinya akan digunakan untuk melangkah ke tahap berikutnya, yakni pengeboran. Jika, hasil studi menunjukkan hasil yang bagus, maka perusahaan akan melakukan pengeboran. Namun, jika tidak perusahaan akan mengembalikan blok tersebut.

Adapun, kegiatan pengeboran ini untuk membuktikan apakah blok tersebut memiliki kandungan migas atau tidak. “Saat ini belum ketahuan besarnya cadangan. Masih dini banget,” ujar Joang.

(Baca: SKK Migas Sebut ConocoPhillips Akan Lepas Saham Blok Palangkaraya

ConocoPhillip menandatangani kontrak blok Kuarakurun pada Mei 2015. ConocoPhillips memiliki hak kelola sebesar 60%. Sedangkan sisanya dipegang perusahaaan asal Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan