Jonan Revisi SK, Pertamina Bisa Jual 39% Blok Mahakam ke Total & Inpex

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Yuliawati

30/12/2017, 08.00 WIB

Pemerintah memberikan kebebasan kepada Pertamina untuk menentukan besaran hak kelola kepada kontraktor eksisting berdasarkan kesepakatan bisnis.

BLOK MAHAKAM
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merevisi surat keputusan mengenai porsi Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation di blok Mahakam, Kalimantan Timur. Perubahan surat ini menjadi acuan bagi Pertamina untuk memberikan porsi hak kelolanya di Mahakam kepada dua kontraktor eksisting dengan jumlah maksimal 39% saham.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Tunggal mengatakan isi surat tersebut menyatakan bahwa Blok Mahakam diberikan 100% kepada Pertamina. Perusahaan pelat merah itu dapat melakukan share down kepada kontraktor eksisting maksimal 39% dan wajib mmemberikan 10% kepada BUMD. Dengan demikian porsi Pertamina menjadi 51% atau masih dominan di blok Mahakam.

Tunggal mengatakan, sebelumnya Pertamina mengacu surat yang diterbitkan di masa Menteri ESDM Sudirman Said yang membatasi porsi saham Total dan Inpex sebesar 30%. Namun kemudian Menteri ESDM Ignasius Jonan menetapkan porsi Total dan Inpex dapat memperoleh hak kelola di blok Mahakam maksimal 39%. 

"Ini sebagai acuan. Pertamina kan bilang dulu sudah ada surat menteri (Sudirman Said). Ya sudah, biar Pertamina tidak ragu-ragu, ini ada surat, tapi suratnya kami serahkan ke SKK Migas," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/12).

(Baca: Jaga Produksi Mahakam Tahun 2018, Pertamina Siapkan Rp 23 Triliun)

Tunggal menyebutkan surat yang sudah direvisi itu nantinya akan diserahkan kepada Pertamina melalui SKK Migas. "Ya mungkin, kan semua KKKS di bawah SKK Migas," kata dia.

Dia menegaskan pemerintah memberikan keleluasaan kepada Pertamina untuk menentukan besaran hak kelola kepada kontraktor eksisting berdasarkan kesepakatan bisnis.  Dengan catatan porsi saham yang dilepas tidak lebih dari 39%. "Mau dijual 20%, 30% itu business to business terserah Pertamina," ujar dia.

Dihubungi terpisah, Vice President Corporate Communication Adiatma Sardjito menyatakan belum mengetahui surat perubahan porsi Total dan Inpex di Mahakam tersebut. "Saya belum update," kata dia kepada Katadata.

Sebelumnya Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar pernah mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan proses negosiasi dengan Total-Inpex kepada Pertamina, karena merupakan proses bisnis.

Pemerintah membolehkan Total dan Inpex bernegosiasi untuk masuk Mahakam setelah kontraknya berakhir 31 Desember 2017. “Boleh. Kan sudah diserahkan 100% ke Pertamina,” ujar dia di Jakarta, Jumat (22/12).

(Baca: Transfer Pekerja Capai 98%, Pertamina Siap Kelola Mahakam Mulai 2018)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha