Elektabilitas Tinggi, Anies Tak Diinginkan Elite PKS Dampingi Prabowo

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

Jum'at 4/5/2018, 10.45 WIB

PKS berharap deklarasi cawapres Prabowo akan diumumkan sebelum Ramadhan atau pada 13 Mei 2018.

Sudirman Said
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri), Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said (kedua kanan) dan Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono.

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap sebagai sosok yang paling pantas untuk mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Survei diadakan pada 5-13 Maret dan 12-21 Maret 2018 dengan melibatkan masing-masing 800 responden di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pemilihan kedua wilayah ini karena merupakan daerah dengan pemilih terbesar di Indonesia. Pemilihan responden dilakukan secara acak (multistage random sampling) dengan tingkat kesalahan (margin of error) sebesar 3,5% dan tingkat kepercayaan sebesar 95%.

"Menurut publik Jawa Barat dan Jawa Tengah, cawapres paling tepat buat Prabowo adalah Anies Baswedan," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di kantornya, Jakarta, Kamis (3/5).

(Baca juga: Survei Indikator: Ini Para Calon Paling Diinginkan Mendampingi Jokowi)

Anies menempati posisi pertama dalam simulasi 16 nama cawapres Prabowo di Jawa barat dan Jawa Tengah. Dia mendapatkan elektabilitas sebesar 15,1% dalam survei di Jawa Barat.

Posisinya disusul Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (10,8%), mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (10,1%), Wali Kota (non-aktif) Bandung Ridwan Kamil (8,7%), dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (4,7%)

Sementara dalam simulasi di Jawa Tengah, Anies mendapatkan elektabilitas sebesar 15,4%. Posisinya disusul AHY (13,7%), Menteri Keuangan Sri Mulyani (11,6%), Gatot (7,7%), dan Ridwan (4,8%).

Survei dirilis Media Survei Nasional (Median) pada 24 Maret-6 April 2018, juga menunjukkan elektabilitas Prabowo-Anies yang tertinggi mencapai 33,9%, bila dibandingkan dengan calon lain.

Pasangan ini lebih banyak dipilih dibanding pasangan Prabowo-Gatot Nurmantyo (33,5%), Prabowo-Muhaimin Iskandar (32,2%), Prabowo-Anis Matta (31,5%), dan Prabowo-TGB Zainul Majdi (30,8%).

Meski hasil elektabilitas Anies tertinggi, elite PKS meminta Gerindra memilih cawapres yang disodorkan partai.  Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera bahkan mengklaim Anies tak akan dipilih Gerindra. 

(Baca: PKS dan Gerindra Tentukan Cawapres Prabowo Lewat Dua Opsi).

PKS telah menyodorkan sembilan nama sebagai kandidat cawapres pendamping Prabowo, yakni Hidayat Nur Wahid, M Sohibul Iman, Ahmad Heryawan, Anis Matta, Irwan Prayitno, Salim Segaf Aljufri, Tifatul Sembiring, Muzammil Yusuf dan Mardani Ali Sera. 

"Karena ada sembilan nama (cawapres dari PKS). Itu nama besar semua. Kami yakin Gerindra sama PKS siap," kata Mardani.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang pernah mendukung Anies maju dalam kandidat pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pun turut berkomentar. Kalla meminta Anies memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin Jakarta daripada maju di kancah Pilpres 2019. 

"Kalau saya bilang, Jakarta juga sangat penting dan itu amanah," kata Kalla dalam wawancara dengan Katadata.co.id, lengkapnya di #bicaradata.

(Baca juga: Bursa Cawapres, JK: Tanggung Jawab Anies di Jakarta)

Mardani pun meminta agar Gerindra segera mendeklarasikan cawapres pilihannya dalam Pilpres 2019. Dia berharap deklarasi cawapres akan diumumkan sebelum Ramadhan atau pada 13 Mei 2018. 

Mardani mengungkapkan deklarasi tersebut akan menurunkan rentang elektabilitas antara Prabowo dengan Presien Joko Widodo. Berdasarkan survei simulasi top of mind Indikator, elektabilitas Jokowi sebesar 39,9%. Adapun, elektabilitas Prabowo sebesar 12,1%.

Dalam simulasi semi terbuka, Jokowi memperoleh elektoral sebesar 51,9% dibandingkan Prabowo yang hanya sebesar 19,2%. Sementara dalam simulasi dua nama, elektabilitas Jokowi mencapai 60,6%. Prabowo dalam simulasi ini memiliki elektabilitas hingga 29%.

"Kalau seperti sekarang masyarakat melihatnya (Prabowo) main-main. Belum jelas kok mana capres, mana cawapres. Deklarasi agar elektabilitas segera naik," kata Mardani.

(Baca juga: Bertemu Dua Kali dengan Jokowi, PKS Klaim Tolak Tawaran Koalisi)

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono, sebelumnya menyatakan Gerindra siap memenuhi tenggat waktu yang diberikan PKS. Menurut Ferry, saat ini pihaknya tengah memproses seleksi berbagai kandidat cawapres yang masuk ke dalam radar Gerindra.

Selain mengkaji kandidat yang disodorkan oleh PKS, Gerindra masih terus berkomunikasi dengan berbagai partai lainnya, seperti Partai Amanat Nasional (PAN).

Gerindra pun masih mempertimbangkan nama-nama tokoh non partai, seperti Anies serta mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Menurut Ferry, nama tokoh non partai patut dipertimbangkan karena memiliki elektabilitas yang cukup mampu mendongkrak suara Prabowo ketika Pilpres 2019. "Angka elektabilitasnya kami anggap relatif baik, layak untuk dibahas," kata dia.

(Baca juga: PKS Desak Keputusan Cawapres di Ramadhan, Gerindra: Masih Seleksi)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha