Kementan Akui Revisi Peraturan Susu Terdampak oleh Kebijakan WTO

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Selasa 21/8/2018, 16.49 WIB

Perubahan permentan disebutkan untuk menjaga kepentingan nasional yang lebih besar dalam perdagangan global.

Peternak menuangkan susu sapi hasil perahan di kandang komunal Kelompok Tani Ternak Gondang Makmur, Sumogawe, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

 

Kementerian Pertanian mengakui alasan perubahan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 26 Tahun 2017 menjadi Permentan 33 Tahun 2018 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu dilakukan sebagai bentuk kewajiban Indonesia selaku anggota Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). Namun demikian, Kementan menyebut akan tetap mendukung pemberdayaan peternak sapi perah dengan mengupayakan kemitraan saling menguntungkan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyatakan revisi permentan dimaksudkan untuk menjaga kepentingan nasional yang lebih besar dalam perdagangan global. “Ini adalah wujud nyata dari kewajiban Indonesia sebagai anggota WTO,” kata I Ketut dalam keterangan resmi dari Surabaya, dikutip Selasa (21/8).

Dia menjelaskan, pemerintah harus bersinergi dengan peraturan terkait, khususnya dalam kegiatan ekspor dan impor.  I Ketut pun meminta peternak agar tak khawatir dengan perubahan kebijakan tersebut.

(Baca : Peternak Sapi Perah Minta Pemerintah Kembalikan Aturan Kemitraan)

Menurut Ketut, pihaknya tetap mengupayakan progran kemitraan akan tetap berjalan dengan dukungan para pelaku usaha. Ia menyebutkan bahwa Permentan Nomor 13 Tahun 2017 tentang Kemitraan Usaha Peternakan bisa menjadi dasar hubungan yang menguntungkan antara pelaku usaha persusuan nasional, peternak, dan koperasi dalam peningkatan populasi dan produksi susu segar dalam negeri.

Karena menurutnya, dalam menghadapi era perdagangan bebas saat ini, harus dihadapi dengan tetap meningkatkan produksi susu di dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing.

“Kami mengapresiasi atas komitmen para pelaku usaha untuk membangun kemitraan dengan peternak, koperasi, dan pelaku di hulu,” ujar I Ketut.

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian, sejak 17 Juli 2017 hingga 16 Agustus 2018 telah masuk 102 proposal kemitraan dari 120 perusahaan kepada peternak. Rinciannya, 30 Industri Pengolahan Susu (IPS) dan 90 importir dengan total nilai investasi kemitraan sebesar Rp 751,7 miliar pada 2018.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kemitraan pada 5 sampai 31 Juli 2018 oleh tim Analisis dan Kebutuhan Susu realisasi kemitraan dengan proposal mencapai 80%. Jenis kemitraan mencakup penambahan populasi atau pakan atau sarana sebesar 41,38%, pemanfaatan SSDN 34,48% serta permodalan 24,14%.

(Baca : Penjualan Susu Kental Manis di Segmen Retail Sempat Terancam Terhenti)

Sedangkan data Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menunjukan, populasi sapi perah di wilayah tersebut saat ini mencapai 275.675 ekor atau berkontribusi 51% terhadap populasi nasional. Sedangkan produksi susu 498 ribu ton, kontribusinya 54% terhadap produksi total produksi nasional. Produksi susu sapi Jawa Timur didukung oleh 65 koperasi peternak sapi perah, 301 unit Tempat Penampungan Susu (TPS), dan 5 perusahaan Industri Pengolahan Susu (IPS)

Sekitar 85% prouduksi susu di Jawa Timur disebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sebelumnya,perubahan regulasi penyediaan dan peredaran susu sempat menimbulkan keresashan di kalangan pelaku usaha. Asoasiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) meminta pemerintah mengembalikan regulasi kemitraan dengan industri pengolahan susu. Perubahan aturan yang mencabut kewajiban kemitraan membuat kepastian pembelian produksi peternak hilang.

Ketua APSPI Agus Warsito menyatakan kepastian pasar susu berpotensi berkurang. “Pembentukan harga susu sapi perah dalam negeri bisa membuat pelaku industri semena-semena,” kata Agus, beberapa waktu lalu.

 

 

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha